Gempa M 7,4 Mengguncang Kolombia, Korban Tewas Dilaporkan Sedikitnya 111 Orang

narasi.tv
6 jam lalu
Cover Berita

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia telah menimbulkan dampak besar. Jumlah korban meninggal dilaporkan mencapai sedikitnya 111 orang, dengan 87 orang mengalami luka-luka.

Kerusakan yang terjadi sangat signifikan, termasuk hancurnya 37 rumah secara total dan kerusakan pada 1.575 rumah lainnya. Selain itu, sebanyak 61 bangunan runtuh dan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan, termasuk 18 pusat kesehatan, 52 fasilitas pendidikan, serta 17 pusat kegiatan masyarakat.

Daerah terdampak terparah berada di wilayah seperti Departemen Valle del Cauca, Risaralda, serta Chocó. Di kota Pereira, ibu kota Risaralda, 40 korban meninggal telah dikonfirmasi dan sedikitnya 65 bangunan dilaporkan runtuh. Wali Kota setempat memberlakukan jam malam akibat situasi genting. Di Valle del Cauca, 27 orang meninggal, dan di Chocó tercatat 4 korban jiwa serta 69 orang terluka.

Selain kerusakan fisik, kejadian ini juga menyebabkan gangguan pada pasokan listrik dan kebocoran gas di sejumlah wilayah, seperti yang dilaporkan di Manizales.

Kronologi dan Lokasi Gempa

Gempa terjadi pada Senin, 10 Agustus 2025, pukul 12.34 GMT (19.34 WIB) dengan kedalaman sumber gempa sekitar 107 kilometer dari permukaan, sesuai data USGS. Pusat gempa terletak sekitar 5 kilometer di timur kota San José del Palmar, di wilayah Chocó, yang memiliki populasi sekitar 4.800 jiwa serta terletak pada ketinggian 1.288 meter di atas permukaan laut. Gempa susulan dengan magnitudo 5,0 terdeteksi pada pukul 13.18 GMT, berkisar 16 kilometer di barat San José del Palmar.

Meskipun pusat gempa berada di wilayah pesisir Pasifik yang jarang penduduk, guncangan terasa hingga kota-kota besar di Kolombia dan negara tetangga seperti Ekuador, Panama, dan Venezuela. Sistem Peringatan Tsunami AS dan otoritas Kolombia memastikan bahwa tidak ada ancaman tsunami yang muncul akibat gempa ini di wilayah pesisir Kolombia.

Respons dan Penanganan Pemerintah

Pemerintah Kolombia langsung menetapkan status bencana nasional untuk memperkuat koordinasi penanganan darurat. Presiden Abelardo De la Espriella, yang baru menjabat, langsung memimpin upaya tanggap bencana dan membentuk pos komando terpadu guna mengoordinasikan operasi penyelamatan dan bantuan kemanusiaan. Presiden juga memastikan pengiriman bantuan dan patroli ke wilayah paling terdampak.

Pelaporan kerusakan dan korban terus dilakukan oleh Unit Nasional Manajemen Risiko Bencana. Langkah awal termasuk penghentian sementara operasional sekolah dan institusi akademik di wilayah terdampak guna menjaga keselamatan warga. Tim manajemen risiko di berbagai kota besar seperti Medellín, Manizales, dan Cali segera melakukan penilaian atas kerusakan bangunan serta pendataan kebutuhan warga.

Otoritas penerbangan juga turut meninjau keamanan bandara. Sejumlah bandara memang ditutup sementara untuk pemeriksaan, seperti Bandara Alfonso Bonila Aragon di Cali dan beberapa bandara lain di Pereira, Manizales, serta Quibdó, guna memastikan tidak ada kerusakan struktural yang membahayakan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Moskow dalam Bidikan? Rudal Baru Ukraina Disebut Bisa Beroperasi dalam Dua Bulan
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Dilihat dari Gaya Tulisan Tangan
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha Mulai Disidangkan Pekan Depan
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemerintah Fokuskan Penanganan Karhutla di 6 Provinsi Rawan Bencana
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dukung Lahirnya Tenaga Kesehatan Kepulauan Nias, Bobby Nasution Siapkan Beasiswa Mahasiswa Poltekkes Gunungsitoli
• 20 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.