Artis Jessica Mila memberikan klarifikasi terkait kunjungannya ke Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, yang sebelumnya menjadi sorotan.
Hal itu ramai diperbincangkan publik di tengah adanya surat edaran mengenai larangan berlayar ke Pulau Padar akibat cuaca buruk.
Jessica Mila menegaskan bahwa dirinya bersama keluarga sangat mengutamakan keamanan dan keselamatan selama bepergian.
Terlebih, dalam perjalanan tersebut, ia membawa putrinya, Kyarra, serta anak-anak lain yang tergabung dalam rombongan.
Jessica Mila Tak Tahu Ada Larangan Berlayar ke Pulau PadarMenurut Jessica, keputusan mengenai rute perjalanan sepenuhnya diserahkan kepada kapten kapal.
Ia menyebut kapten memiliki tanggung jawab dalam menentukan rute sekaligus memastikan keamanan dan keselamatan seluruh penumpang.
“Aku dan keluarga sangat mengutamakan keamanan dan keselamatan dalam bepergian, apalagi dengan adanya Kyarra dan anak-anak lain di rombongan kami,” tulis Jessica dalam klarifikasinya di akun Instagram pribadinya.
Ia menegaskan, sejak awal perjalanan tidak ada pemberitahuan dari kapten kapal mengenai adanya larangan untuk berlayar menuju Pulau Padar.
Jessica juga mengaku tidak memiliki kecurigaan selama perjalanan karena ia melihat banyak kapal berisikan wisatawan lain yang tetap bersandar dan berkunjung ke Pulau Padar pada hari tersebut. Terlebih kondisi cuaca saat itu pun disebut relatif baik.
“Perlu aku luruskan bahwa sejak awal tidak ada pemberitahuan dari Captain bahwa ada larangan untuk berlayar ke Pulau Padar,” tulis Jessica.
Jessica mengatakan, jika sejak awal mengetahui adanya larangan berlayar karena kondisi cuaca buruk, ia dan keluarga jelas tidak akan mengambil risiko.
“Seandainya kami tahu bahwa ada larangan berlayar karena cuaca buruk sebelumnya, tentu aku dan keluarga tidak akan mengambil risiko yang bisa membahayakan keamanan dan keselamatan keluarga kami dengan tetap berangkat,” tulis Jessica.
Jessica juga mengaku memahami dan berempati kepada wisatawan maupun agen perjalanan yang harus menunda pelayaran serta mengalami kerugian akibat surat edaran mengenai cuaca buruk dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL).
Namun, ia membantah tudingan bahwa dirinya sudah mengetahui adanya surat edaran tersebut sebelum melakukan perjalanan.
“Akan tetapi tidak benar dan merupakan fitnah kalau ada yang mengatakan kami telah mengetahui mengenai surat edaran tersebut dari sebelumnya dan seakan-akan kami tetap mengabaikannya, apalagi ada tuduhan bahwa kami memaksakan kehendak untuk tetap berangkat,” tulis Jessica.
Oleh karena itu, Jessica berharap kejadian tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak yang terlibat dalam perjalanan wisata laut, khususnya kapten kapal.
Ia meminta agar informasi mengenai kondisi cuaca, larangan berlayar, maupun hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan dapat disampaikan secara terbuka kepada penumpang.
Menurut Jessica, komunikasi yang baik penting dilakukan untuk menjaga keselamatan sekaligus mencegah kesalahpahaman dan kerugian bagi berbagai pihak.
“Mudah-mudahan pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh stakeholders, khususnya para Captain kapal untuk memberikan informasi yang lebih terbuka kepada penumpangnya untuk menjaga keselamatan dan menghindari kesalahpahaman dan kerugian bagi berbagai pihak,” tulis Jessica.





