Zawiya: Sebuah drone menyerang fasilitas minyak di Kota Zawiya, Libya bagian barat, pada Selasa dini hari, 11 Agustus 2026.
Insiden ini menjadi serangan ketiga terhadap kawasan tersebut sejak Minggu, menurut National Oil Corporation (NOC).
Dalam pernyataannya, NOC mengatakan drone itu jatuh di dekat tangki minyak utama serta jaringan pipa di fasilitas pencampuran dan pengemasan yang dioperasikan Zawiya Oil Refining Company.
Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan material yang dilaporkan dalam insiden tersebut.
“Serangan berulang terhadap fasilitas minyak di kawasan itu semakin mengancam keamanan infrastruktur energi dan mendesak otoritas terkait segera mengambil tindakan,” demikian pernyataan NOC, dikutip dari Anadolu.
Perusahaan juga meningkatkan status siaga tim pemadam kebakaran dan keselamatan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan.
NOC memperingatkan bahwa jika serangan terus berlanjut, pihaknya dapat menetapkan status force majeure dan menghentikan seluruh operasional Kilang Zawiya.
Insiden terbaru terjadi sehari setelah serangan terhadap tangki penyimpanan bensin di depot minyak Zawiya yang memicu kebakaran besar dan mendorong NOC menetapkan status "darurat maksimum".
Tangki yang berisi sekitar 4,5 juta liter bensin itu kemudian runtuh saat tim darurat berupaya memadamkan api dan mencegah kobaran meluas ke fasilitas lain di sekitarnya.
Libya hingga kini masih terpecah antara dua pemerintahan yang saling bersaing. Pemerintah Persatuan Nasional (GNU) yang dipimpin Abdul Hamid Dbeibeh dan berbasis di Tripoli menguasai wilayah barat, sedangkan pemerintahan yang ditunjuk Dewan Perwakilan Rakyat sejak awal 2022, dipimpin Osama Hammad dan berbasis di Benghazi, menguasai wilayah timur serta sebagian besar wilayah selatan.
Selama bertahun-tahun, Misi Dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Libya (UNSMIL) terus berupaya memediasi penyelesaian politik yang mengarah pada penyelenggaraan pemilu, yang diharapkan dapat mengakhiri perpecahan politik dan konflik bersenjata sejak tergulingnya Moammar Khadafi pada 2011.




