London, VIVA – Di tengah semakin banyaknya mobil matik di jalan raya, kemampuan mengemudikan mobil manual kini tidak lagi dimiliki semua pengemudi. Banyak orang yang belajar mengemudi langsung menggunakan mobil matik sehingga tidak terbiasa mengoperasikan kopling dan memindahkan gigi secara manual.
Kondisi tersebut juga terjadi di Inggris, bahkan mobil dengan transmisi manual disebut semakin jarang menjadi pilihan pengemudi baru. Hal ini kemudian memunculkan usulan agar orang yang sudah memiliki kemampuan mengemudi mobil matik tidak perlu mengikuti ujian penuh jika ingin belajar mengendarai mobil manual.
Disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Selasa 11 Agustus 2026, Presiden AA, Edmund King, mengusulkan adanya sesi konversi selama satu jam bagi pengemudi yang sebelumnya lulus ujian menggunakan mobil matik. Setelah mengikuti pelatihan bersama instruktur yang memenuhi syarat, mereka diusulkan bisa mendapatkan hak untuk mengemudikan mobil manual.
Lantas, benarkah belajar mobil manual hanya membutuhkan waktu satu jam? Jawabannya tidak sesederhana itu karena satu jam yang dimaksud bukan untuk membuat pemula langsung mahir mengemudi mobil manual.
Sesi tersebut lebih ditujukan sebagai pelatihan konversi bagi orang yang sudah memiliki kemampuan dasar berkendara. Materinya dapat difokuskan pada keterampilan yang memang berbeda dari mobil matik, seperti mengatur pedal kopling, memindahkan gigi, melakukan hill start, dan mengontrol mobil saat perpindahan gigi.
Pengemudi yang belum pernah membawa mobil tentu membutuhkan waktu lebih panjang untuk mempelajari berbagai aspek berkendara. Bahkan bagi pengemudi yang sudah terbiasa dengan mobil matik, kemampuan mengoperasikan kopling dengan halus dan menentukan posisi gigi yang tepat tetap membutuhkan latihan.
Usulan tersebut muncul karena pengemudi Inggris yang mengikuti ujian menggunakan mobil matik saat ini mendapatkan lisensi yang membatasi mereka hanya untuk mengendarai kendaraan otomatis. Jika suatu saat ingin mengemudikan mobil manual, mereka harus kembali mengikuti ujian mengemudi menggunakan kendaraan dengan transmisi manual.
Menurut King, kondisi tersebut kurang praktis bagi pengemudi yang sebenarnya sudah memiliki kemampuan berkendara. Terlebih, antrean ujian mengemudi di Inggris membuat calon pengemudi harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan jadwal.





