Harga Emas Sentuh Level Tertinggi 2 Bulan, Saham BRMS-HRTA Cs Malah Loyo

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Saham produsen emas cenderung melemah pada perdagangan Selasa (11/8/2026), di tengah koreksi pasar secara keseluruhan.

Harga Emas Sentuh Level Tertinggi 2 Bulan, Saham BRMS-HRTA Cs Malah Loyo. (Foto: Unsplash)

IDXChannel - Saham produsen emas cenderung melemah pada perdagangan Selasa (11/8/2026), di tengah koreksi pasar secara keseluruhan.

Kondisi ini terjadi meski harga emas dunia menguat hingga menyentuh level tertinggi dalam lebih dari dua bulan.

Baca Juga:
Bursa Asia Menguat, Sentimen Pasar Masih Tertekan Konflik Teluk

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.16 WIB, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) turun 2,91 persen ke Rp500 per unit.

Pelemahan juga terjadi pada saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang terkoreksi 1,36 persen menjadi Rp2.170 per unit.

Baca Juga:
Kualitas Underwriting Jadi Penopang Laba Bersih TUGU Rp480 Miliar di Semester I-2026

Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melemah 0,81 persen, sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 0,92 persen. Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga terkoreksi 1,32 persen.

Di sisi lain, beberapa saham produsen emas masih mampu bergerak positif.

Baca Juga:
IHSG Dibuka Menguat ke 6.383, Mayoritas Sektor Hijau

Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) naik 1,98 persen, sedangkan PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) menguat 0,96 persen. Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) juga terapresiasi tipis 0,66 persen.

Pergerakan saham tersebut terjadi ketika harga emas dunia justru melanjutkan penguatan untuk hari ketiga berturut-turut.

Harga emas spot naik 0,94 persen menjadi USD4.432,23 per troy ons pada Selasa, pukul 09.13 WIB, sekaligus mencapai level tertinggi sejak 5 Juni 2026.

Penguatan emas didorong oleh meningkatnya ekspektasi Federal Reserve (The Fed) dapat melonggarkan kebijakan moneternya setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan pelemahan.

Mengutip Reuters, perekonomian AS kehilangan 23.000 lapangan kerja pada Juli 2026. Meski demikian, tingkat pengangguran turun tipis menjadi 4,1 persen dari 4,2 persen pada Juni.

Data tersebut membuat pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September.

Pasar kini menantikan data inflasi konsumen AS yang akan dirilis Rabu (12/8), disusul data harga produsen pada Kamis (13/8), untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah suku bunga.

Suku bunga yang lebih rendah cenderung mendukung harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga sehingga menjadi relatif lebih menarik ketika biaya peluang memegang aset tanpa yield menurun.

Pada pertemuan Juli, The Fed mempertahankan suku bunga acuannya. Namun, tiga pejabat bank sentral AS menyampaikan perbedaan pandangan dan mendukung kenaikan suku bunga.

Sementara itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor pendukung bagi aset safe haven.

Presiden AS Donald Trump merespons sejumlah syarat Iran terkait kesepakatan perdamaian dengan tuntutan agar Iran memberikan kompensasi atas korban tewas dalam perang, serangan, dan demonstrasi.

Pernyataan tersebut berpotensi semakin mempersulit upaya pembukaan kembali Selat Hormuz. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang HUT ke-81 RI, Perlunya Mengenal Sejarah Perjanjian Renville yang Merugikan Indonesia Agar Tak Kembali Terulang
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Jalani Sidang Perdana Kasus Kuota Haji, Advokat-JPU Singgung Kondisi Kesehatan Eks Menag Yaqut
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Kabut Asap Tipis Menyelimuti Palembang, Begini Kondisi Penerbangan di Bandara SMB II
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Pramono Siapkan Transjakarta untuk Layanan Transportasi di Kepulauan Seribu, Begini Penjelasannya
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Merasa Banyak Kejanggalan BAP, Richard Lee Optimis Segera Bebas
• 17 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.