KAHMI Sumut Desak Polisi Usut Dugaan Penistaan Agama dalam Promosi Miras Newport

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN — Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sumatera Utara mendesak kepolisian mengusut pihak-pihak yang terlibat dalam video promosi minuman beralkohol merek Newport yang viral di media sosial. Video tersebut menuai polemik karena menampilkan promosi minuman beralkohol yang dikaitkan dengan Alquran Surat Ad-Dhuha.

Ketua Bidang Hukum dan HAM MW KAHMI Sumatera Utara Muhammad Taufik Umardhani Harahap meminta Mabes Polri dan jajarannya segera menyelidiki kasus tersebut. Ia menilai tindakan dalam video itu telah menyinggung dan melecehkan sesuatu yang disucikan umat Islam.

Baca Juga
  • Juru Sembelih Halal: Profesi Lokal, Potensi Peluang Kerja Global?
  • Bandung Barat Makin Berkembang, Aktivitas Ekonomi Kawasan Ikut Tumbuh
  • Siapa Penikmat Beras Mahal?

“Perbuatan menukar minuman beralkohol yang diharamkan Islam dengan Alquran Surat Ad-Dhuha itu sudah sangat terbukti menistakan agama Islam. Tidak ada alasan lain, polisi harus segera tangkap pelakunya,” kata Taufik dalam keterangannya.

Taufik yang berprofesi sebagai advokat mengatakan kasus tersebut tidak semestinya berhenti pada permintaan maaf. Menurut dia, aparat penegak hukum perlu melakukan pemeriksaan untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana dalam kegiatan promosi tersebut.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Kita sangat mengutuk dan mengecam perbuatan tersebut karena sudah melewati batas. Ini tidak bisa lagi diselesaikan hanya dengan minta maaf,” ujar alumnus Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara tersebut.

Ia juga meminta penyelidikan tidak hanya diarahkan kepada pembawa acara atau orang yang terlihat dalam video. Menurut Taufik, kepolisian perlu menelusuri pihak yang merancang, menyetujui, maupun bertanggung jawab terhadap kegiatan promosi tersebut.

Taufik berpandangan keterlibatan perusahaan perlu diperiksa apabila kegiatan tersebut memang merupakan bagian dari promosi korporasi. Penelusuran itu dinilai penting untuk mengetahui rantai tanggung jawab di balik kegiatan yang kemudian memicu reaksi masyarakat.

“Itu sudah jelas melanggar aturan, ditambah lagi ada pula promosi dengan menggunakan ayat Alquran ditukar miras,” kata Taufik.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Gempa Kolombia, Korban Tewas Bertambah 132 Orang, Ratusan Lainnya Terluka
• 2 jam laludisway.id
thumb
Polisi Ambil Sampel DNA dari 3 Ruangan di Sekolah Tempat 995 Senjata Ditemukan
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Kubu Gus Yaqut Pertanyakan Proses Penyidikan Saksi Kunci Kasus Kuota Haji
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jerawat Bukan Cuma Soal Skincare, Usus Juga Mulai Diperhatikan Beauty!
• 13 jam laluherstory.co.id
thumb
Investor Pasar Modal RI Bertambah hampir 10 Juta Orang dalam 7,5 Bulan di 2026
• 12 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.