JAKARTA, KOMPAS.com - Lebih dari 1.000 airsoft gun yang ditemukan di sekolah swasta Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dalam kondisi sudah rusak.
Sebanyak 995 airsoft gun mulanya ditemukan pertama kali pada Jumat (10/8/2026).
Kemudian, ditemukan lagi air soft gun lainnya pada Rabu (5/8/2026) dan Senin (10/8/2026).
Menurut analisis tim Puslabfor Polri, airsoft gun itu sudah tidak dapat digunakan lagi.
Baca juga: KPAI Terima Permohonan Perlindungan Siswa Sekolah Swasta di Jaksel Usai Temuan Senjata
“Senjata airsoft gun itu sudah kondisinya menurut Puslabfor sudah rusak, sudah tidak utuh,” kata Alpino ditemui usai olah TKP, Senin.
Alpino mengatakan, ada 30 barang bukti yang disita lagi pada penggeledahan dan olah TKP ketiga.
Termasuk beberapa sparepart senjata seperti sasaran tembak dan gagang senjata, serta magasin atau wadah penyimpan peluru.
Baca juga: Olah TKP di Sekolah Swasta Jaksel: 30 Barang Disita, Polisi Ambil DNA di 3 Ruangan
Selain membawa barang bukti, Puslabfor Polri juga mengambil sampel DNA di tiga ruangan untuk mengidentifikasi orang-orang yang pernah masuk ke dalam ruangan yang disebut-sebut terkunci sebelumnya.
Kini sekolah dinyatakan aman dan steril dari barang bahaya.
Namun, pihak yayasan masih menerapkan pembelajaran jarak jauh hingga penghujung pekan ini.
Baca juga: Usai 995 Airsoft Gun Ditemukan, Kapan Ruangan Sekolah Swasta Jaksel Dibuka Lagi?
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 996 senapan ditemukan di salah satu ruangan di sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Jumat (10/8/2026).
Saat itu, pihak yayasan membuka ruangan yang sudah lama terkunci sejak pergantian ketua pengurus yayasan.
Begitu melihat tumpukan senapan tersebut, pihak yayasan langsung melapor ke kepolisian.
Baca juga: Puslabfor Ambil Sampel DNA di 3 Ruangan Sekolah Swasta Jaksel Usai Temuan 995 Senjata
Berselang satu bulan kemudian, pihak yayasan kembali meminta pendampingan Polres Jakarta Selatan untuk membuka ruangan yang digunakan IWD sebelumnya yang terkunci rapat.