Kekeringan Melanda 334 Desa di Jabar, 450.000 Warga Alami Krisis Air

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

BANDUNG, KOMPAS — Lebih dari 450.000 warga mengalami krisis air bersih akibat kekeringan yang melanda 334 desa di Jawa Barat. Selain itu, harga barang kebutuhan pokok, seperti cabai dan bawang merah, juga melonjak karena minimnya pasokan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, hingga Senin (10/8/2026), terdapat 334 desa yang tersebar di 23 kabupaten/kota di provinsi itu yang dilanda kekeringan. Kondisi ini terjadi dalam jangka waktu 1,5 bulan terakhir.

Kekeringan tersebut menyebabkan 450.383 jiwa di Jabar mengalami krisis air. Sementara itu, terdapat 102 hektar lahan dan hutan yang terbakar di 43 kecamatan.

Wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak di Kabupaten Bogor yang mencapai 30 kecamatan, disusul Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Purwakarta.

”Sebanyak 170.892 warga Kabupaten Bogor mengalami krisis air bersih. Jumlah ini yang terbanyak di Jabar,” kata Pranata Hubungan Masyarakat BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, Selasa (11/8/2026).

Untuk menghadapi puncak musim kemarau, Hadi mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan dan menghemat penggunaan air. Masyarakat juga diharapkan menjaga kondisi tubuh dengan memenuhi kebutuhan air harian, terutama saat beraktivitas di luar rumah.

Baca JugaKekeringan di Jabar Meluas hingga 207 Desa, Puluhan Hektar Lahan Terbakar

Selain itu, Hadi meminta masyarakat menghindari aktivitas pembakaran sampah atau pembersihan lahan dengan cara dibakar. Sebab, kedua hal tersebut rentan memicu terjadinya kebakaran lahan.

”Masyarakat diharapkan segera melaporkan ke pemerintah atau BPBD setempat apabila terjadi kondisi darurat akibat kekeringan di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Jabar Teten Ali mengatakan, 8,7 juta liter air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat yang kekurangan air saat musim kemarau. Hingga Senin kemarin, distribusi air bersih telah menjangkau 23 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Bantuan air bersih kepada masyarakat tak hanya berasal dari BPBD kabupaten/kota, tetapi juga Baznas, Palang Merah Indonesia (PMI), PDAM, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kodim, komunitas, dan dunia usaha.

Baca JugaPeta Kekeringan 2026 dan Krisis Air Bersih Jelang Puncak Kemarau

Adapun tiga wilayah yang mendapat distribusi air bersih terbanyak adalah Kabupaten Bekasi 3,8 juta liter, Kabupaten Bogor 1,5 juta liter, dan Kabupaten Karawang 595.000 liter.

"Besarnya pendistribusian air bersih ke tiga wilayah itu dilakukan dengan pertimbangan banyaknya jumlah warga terdampak kekeringan sumber air," ucap Teten.

Harga kebutuhan pokok

Di sisi lain, kekeringan juga menyebabkan harga barang kebutuhan pokok seperti cabai dan bawang merah di Kota Bandung terdampak. Hal ini disebabkan minimnya pasokan akibat kekeringan.

Eli Anita (60), pedagang di Pasar Kosambi, Bandung, mengatakan, harga cabai tanjung atau merah besar naik dari Rp 60.000 hingga Rp 100.000 per kilogram. Sementara harga bawang merah yang biasanya sekitar Rp 30.000 per kg sudah menyentuh angka Rp 45.000 per kg.

"Harga cabai dan bawang tinggi. Minimnya pasokan yang tidak sampai 10 kg dari distributor di Pasar Andir memicu kenaikan harga yang signifikan," tutur Eli.

Masyarakat diharapkan segera melaporkan ke pemerintah atau BPBD setempat apabila terjadi kondisi darurat akibat kekeringan di lingkungan sekitar

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan, pihaknya terus mewaspadai pergerakan harga sejumlah komoditas pangan yang dinilai sensitif. Komoditas itu di antaranya bawang dan cabai.

Farhan menuturkan, kondisi tersebut menjadi perhatian karena adanya potensi kekeringan di sejumlah wilayah sentra produksi pangan. Berdasarkan hasil konsultasi dengan Gubernur Jabar, dia menyatakan, periode kekeringan diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.

“Agustus belum musim tanam. Musim tanamnya mulai September. Jadi diharapkan September-Oktober ini tidak mengganggu,” tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
RDF Rorotan Baru Operasikan Satu Jalur, Pramono: Kendala di Transportasi
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Gelar Pemain Terbaik Piala Presiden 2026 Jadi Modal Francisco Rivera Menatap BRI Super League
• 20 jam lalubola.com
thumb
KPK Bongkar Skema Korupsi Iklan Bank BJB, Negara Rugi Rp 223,6 Miliar
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Namanya Dikaitkan dengan Ruben Onsu dan Sarwendah, Inul Daratista Beri Klarifikasi sampai Singgung Video Lama
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Profil Java United FC, Wajah Baru Tim Papan Atas Super League
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.