Digitalisasi Akta Kelahiran, Mendagri: Bisa Putus Praktik Pungli

rctiplus.com
5 jam lalu
Cover Berita
Digitalisasi Akta Kelahiran, Mendagri: Bisa Putus Praktik PungliNasional | okezone | Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:32Dengarkan Berita

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut upaya pemerintah untuk melakukan digitalisasi penerbitan akta kelahiran melalui integrasi platform SatuSehat dan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) akan memangkas birokrasi sekaligus menutup celah praktik pungutan liar (pungli) dalam pengurusan dokumen kependudukan.

Menurut Tito, selama ini masyarakat kerap harus mendatangi sejumlah instansi untuk mengurus akta kelahiran. Kondisi tersebut berpotensi memunculkan praktik percaloan maupun pungutan liar agar proses penerbitan dokumen lebih cepat.

Baca Juga:Febrie Adriansyah Mundur, Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus

"Nah ini Pak Menteri Kesehatan idenya kan banyak sekali beliau bagaimana Pak Tito kalau kita bikin akta kelahirannya, sistem di Dukcapil yang punya data lengkap masyarakat Indonesia digabung dengan sistemnya beliau data sehat SatuSehat diintegrasikan supaya setiap anak yang lahir langsung diberikan akta kelahiran. Saya bilang sangat bisa sekali dan sangat mendukung sekali," kata Tito saat peluncuran Digitalisasi Penerbitan Akta Kelahiran melalui Integrasi SatuSehat-SIAK di Puskesmas Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).

Tito menjelaskan integrasi data Dukcapil dengan SatuSehat besutan Kemenkes memungkinkan akta kelahiran diterbitkan secara otomatis sesaat setelah bayi lahir di fasilitas kesehatan. Dengan sistem yang sudah terhubung, orangtua tidak lagi perlu mengurus dokumen secara manual.

"Ini akan satu mempermudah layanan publik masyarakat. Masyarakat nggak harus ke sana kemari untuk ngurus akta kelahiran. Yang kedua tadi bisa memutus pungli-pungli ya karena biasanya kan akta kelahiran diurus nanti harus ke sana kemari, ke sana kemari untuk percepat mungkin ada sesuatu ya," ujarnya.

Ia mengatakan akta kelahiran yang telah terbit dapat langsung diterima di fasilitas kesehatan tempat persalinan, baik puskesmas maupun rumah sakit. Dokumen juga dapat dikirim melalui surat elektronik atau nomor WhatsApp orangtua untuk dicetak secara mandiri.

Baca Juga:Polisi Berpeluang Periksa Febrie Adriansyah terkait Dugaan Korupsi Batu Bara hingga Asabri

"Ini sekarang nggak begitu lahir kemudian langsung dikeluarkan akta kelahiran karena sistemnya udah connect. Akta kelahiran keluar bisa langsung ke sarana kesehatan yang ada puskesmas misalnya lahir atau rumah sakit langsung diserahkan di situ, digitalnya bisa langsung diprint out," ucap Tito.

Selain mempercepat layanan, Tito menilai sistem tersebut akan membuat proses penerbitan dokumen kependudukan menjadi lebih transparan karena seluruh data tercatat secara digital dan terintegrasi.

Untuk kelahiran yang terjadi di luar fasilitas kesehatan, Tito menyatakan akan menerbitkan surat edaran kepada seluruh kepala desa agar setiap kelahiran tetap dilaporkan dan segera tercatat dalam sistem administrasi kependudukan.

"Saya nanti akan membuat surat edaran kepada seluruh kepala desa agar kelahiran yang di luar faskes dilaporkan oleh kepala desanya bersama orangtuanya ke faskes setempat atau langsung ke Dukcapil setempat sehingga bisa langsung dikeluarkan akta kelahirannya juga," kata Tito.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OJK dan BEI Buka Suara soal Dana Wakaf Masjid Istiqlal Masuk Pasar Modal
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Bigmo Diperiksa soal Dugaan Eksploitasi Anak, Dicecar 40 Pertanyaan oleh Penyidik
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Gempa Dahsyat M7,4 di Kolombia Jadi Pelajaran Penting bagi Indonesia, Ini Catatan Sejarahnya
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Nanda Persada Soroti Mental Anak Ruben Onsu dan Sarwendah, Minta Keduanya Berhenti Saling Serang di Medsos
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Wamentrans Menilai Pengalaman China Bisa Menjadi Referensi Pengembangan Kawasan Transmigrasi Indonesia
• 4 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.