jpnn.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta seluruh jajaran Polri meningkatkan sweeping ke setiap kelab malam demi memitigasi dan membendung aktivitas peredaran narkoba.
Hal itu disampaikan Sahroni setelah Bareskrim Polri menggerebek kelab malam di Batam, Kepulauan Riau, yang diduga dijadikan sarang narkoba.
BACA JUGA: PHK 1.900 Karyawan PT GNI, Hak Pekerja Harus DIpenuhi
"Saya minta agar polisi meningkatkan penindakannya atas peredaran narkoba di kelab malam. Tidak hanya di Batam, tapi juga seluruh Indonesia," kata Sahroni, Selasa (11/8/2026).
Dia mendorong Polri mengoordinasikan masalah ini ke setiap polda agar lebih sering melakukan razia atau penggerebekan langsung demi membendung peredaran narkoba di kelab malam.
BACA JUGA: Masalah Utang di Sampang Berujung Penyekapan, 3 Pelaku Ditangkap Polisi
"Karena memang kela malam adalah salah satu lokasi rawan narkoba. Ini penting untuk melindungi masyarakat, terutama generasi muda," ujarnya.
Sebelumnya, Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menyebut penggerebekan dilakukan di HH Club Planet 3.0 Pub & KTV, Batam, pada Senin (10/8) dini hari.
BACA JUGA: Kasus Arogansi Kombes Teddy Fanani, Wakapolda Sumbar: Momen Bagi Kami Introspeksi
Menurut Brigjen Eko, peredaran narkoba di kelab malam tersebut dilakukan oleh pihak manajemen.
Sebanyak 32 orang ditangkap dalam operasi tersebut dan beberapa telah ditetapkan tersangka. Polisi juga mendapati sebuah brankas yang dijadikan tempat penyimpanan inex atau ekstasi.
Terkait kasus itu, Sahroni meminta kepolisian turut mengusut dugaan keterlibatan owner kelab malam tersebut. Dia menilai langkah tegas ini diperlukan jika benar-benar ingin memberantas narkoba secara total.
'Saya minta kelabnya langsung disegel dan polisi segera mengusut sampai ke owner-nya. Kalau benar peredaran narkoba dilakukan oleh manajemen, sulit dipercaya aktivitas sebesar ini berjalan tanpa sepengetahuan pemilik," ujarnya.
Sahroni meminta supaya pengusutan kasus narkoba ini jangan pernah berhenti pada pelaku lapangan atau manajemen saja.
"Usut siapa yang berada di atasnya. Biar pemberantasannya tuntas, memberikan efek jera bagi semua yang terlibat," kata Sahroni.(Fat/JPNN)
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam




