Kebakaran di Suryakencana dan Kawah Wadon Gunung Gede Meluas hingga 20 Hektare

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat, terus meluas hingga mencakup area seluas 20 hektare, Selasa (11/8).

Area yang terbakar berada di dua lokasi, yakni Sabana Alun-alun Suryakencana dan Kawah Wadon, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Bupati Cianjur dr. Wahyu Ferdian mengatakan, kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango diduga dipicu faktor alam dan manusia.

"Hasil assesment luasan yang terbakar mencapai 20 hektare. Petugas gabungan dan relawan masih berupaya lakukan penanganan agar tidak terus meluas," kata Wahyu, kepada Kumparan, Selasa (10/8).

Wahyu menegaskan akan menindak tegas apabila Karhutla di kawasan tersebut menimbulkan kerugian, baik yang dialami masyarakat maupun pemerintah.

Wahyu mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memastikan keamanan dapur yang berada di luar rumah.

Selain itu, masyarakat diharapkan segera melapor kepada pemerintah setempat apabila menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.

"Terpenting adalah mencegah hal-hal yang bisa kita cegah. Termasuk juga menjaga alam yang saat ini sudah menjaga kita, menjaga pohon-pohon yang sudah menjaga kita, jangan kemudian ditebang. Karena kita ingin memadamkan, tetapi airnya tidak ada, itu percuma. Jadi, jaga pohon kita agar lahan kita bisa lebih aman." imbuhnya.

Polisi Modifikasi Alat Pemadam Api

Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi mengungkapkan, jajarannya menyiapkan alat pemadam api dari bahan rotan bernama Gepyok, yang dinilai efektif untuk melakukan penanganan karhutla di TNGGP.

"Alatnya, Gepyok. Terbuat dari rotan, selain ringan untuk dibawa ke puncak. Alat, ini juga dinilai efektif untuk memadamkan kobaran api. Karena, jika menggunakan APAR, selain berat saat dibawa ke puncak, kapasitasnya pun sedikit dan harus terus di isi ulang," jelas Alexander.

Selain itu, sambung Alexander, sebanyak 700 personel gabungan disiagakan untuk penanganan karhutla di wilayah Kabupaten Cianjur.

"Semua unsur terlibat, ada sebanyak 700 personel gabungan yang disiagakan. Mereka, siap bergerak saat terjadi karhutla. Termasuk, yang saat ini masih melakukan penanganan di kawasan TNGGP," pungkas Alexander.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengguna Transportasi Umum di Jakarta Melonjak, MRT Catat Kenaikan Tertinggi!
• 5 jam laludisway.id
thumb
Jessica Mila Klarifikasi Liburan ke Pulau Padar, Bantah Abaikan Larangan Pelayaran
• 12 jam laluintipseleb.com
thumb
Perusak Palang Pintu KA di Sleman Diduga Rusak Bendera Merah Putih
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hadapi 1,08 Juta Kasus TB, Unusa Dorong Diagnosis Berbasis AI dan Genomik
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Polisi: Pelaku Mutilasi di Depok Kenal Korban dari Aplikasi Kencan Khusus Gay
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.