Kementerian UMKM buka suara soal ritel asal Filipina, O!Save, yang kini membuka banyak gerai di Indonesia. Dalam hal ini Kementerian UMKM masih akan melihat perkembangan dan menganggap kemunculan O! Save sebagai hal positif bagi industri ritel Indonesia.
Adapun dikutip dari laman resminya, O!Save merupakan jaringan ritel yang mengusung konsep ‘hard discount’ pertama di Indonesia. Keberadaannya di Indonesia sudah ada sejak 2023.
“Ya belum, belum kita ini, nanti kita lihat ya ke depannya. Kalau, kalau dari sisi ritel kita kan bagus sih, kuat lah begitu,” kata Deputi Bidang Usaha Menengah, Kementerian UMKM, Bagus Rachman di Kantor Kemendag, Jakarta pada Selasa (11/8).
Sementara terkait potensi merebaknya O!Save terhadap peta industri dalam negeri khususnya soal persaingan usaha, Bagus masih akan melihat potensinya dan menyebut bahwa urusan tersebut adalah urusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).
“Ya belum tahu nanti kita lihat nanti kan ada KPPU juga kan bisa lihat nanti kita lihat ya,” ujarnya.
Sementara dari Kemendag, Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro menjelaskan ia belum mengetahui detail ritel baru yang sedang merebak tersebut. Untuk itu, ia akan melakukan pengecekan.
“Saya belum mengetahui detailnya ya mengenai itu nanti saya cek dulu, and then I'll come back to you,” kata Roro.
Laman resmi O!Save tersebut juga mencantumkan lokasi kantor O!Save di Indonesia. Terdapat 5 kantor yang terletak di kota yang berbeda di antaranya Bekasi, Depok, Karawang, Tangerang dan Surabaya.
Sementara berdasarkan laman LinkedIn O!Save, terdapat penjelasan bahwa O!Save beroperasi di dua negara saat ini. Pada awalnya, jaringan ritel tersebut memang berasal dari Filipina.
“Kami menawarkan produk-produk penting dan berkualitas tinggi dengan harga rendah yang konsisten kepada komunitas lokal di seluruh Filipina dan Indonesia. Misi kami adalah untuk memulihkan daya beli dan membuat kualitas hidup terjangkau untuk semua orang,” tulis keterangan O!Save di LinkedIn.





