Polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terus menuai sorotan. Terlebih, belum lama ini, terdakwa Tifauzia Tyasumma atau Dokter Tifa memutuskan untuk berhijrah dari isu yang selama ini menyeret namanya hingga ke meja hijau.
Keputusan tersebut langsung mendapat respons dari kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka. Dedy melontarkan sindiran kepada pihak-pihak yang sejak awal terlibat dalam polemik tersebut.
Dedy menilai persoalan dugaan ijazah palsu Jokowi sejak awal sudah bermasalah. Menurutnya, tudingan yang dilontarkan Roy Suryo dan kawan-kawan tidak memiliki dasar data yang akurat.
"Dari awal memang mahkluk ini bermasalah dengan membuat tuduhan yang tidak berdasarkan data yang akurat," tulisnya dalam akun X.
Baca Juga: 'Baru Kali Ini di Dunia Ada Manusia yang Takut Ijazahnya Dilihat Orang'
Ia kemudian mempertanyakan dasar tudingan yang selama ini digunakan untuk mempersoalkan ijazah Jokowi. Dedy menilai pihak-pihak tersebut bahkan tidak pernah melihat secara langsung dokumen yang mereka tudingkan.
"Bahwa mereka ini ngga pernah melihat langsung apa yang mereka tudingkan," ujarnya.
Menurut Dedy, panjangnya polemik justru membuat pihak-pihak yang terlibat harus menghadapi persoalan mereka sendiri. Ia pun menyindir kondisi tersebut dengan kalimat singkat.
"Hasilnya mumet sendiri," tambah Dedy.
Sementara itu, Dokter Tifa sebelumnya telah menjelaskan alasan dirinya memilih meninggalkan polemik dugaan ijazah palsu Jokowi. Ia menyebut keputusan tersebut bukan berarti menyerah, melainkan bagian dari pilihan untuk meninggalkan isu tersebut setelah melalui perjalanan panjang.
Baca Juga: PSI Semprot Denny Indrayana: Tersangka tapi Pusing Mikirin Pecat Gibran
Menurut Dokter Tifa, ada titik ketika seseorang tidak lagi harus terus bertempur, tetapi cukup menyampaikan apa yang diyakininya sebagai kebenaran dan kemudian melangkah pergi.
"Pilihan hijrah dari isu ijazah bukanlah mundur, melainkan keputusan sadar bahwa kebenaran tidak selalu harus dimenangkan dengan keributan, tetapi cukup ditinggalkan sebagai jejak," tulisnya di akun X.
"Izinkan saya untuk berhijrah dari isu ijazah dan kembali ke khittah," ujarnya.
Dokter Tifa juga menegaskan bahwa persoalan ijazah akan dibicarakan melalui jalur pengadilan. Di luar perkara tersebut, ia mengatakan akan kembali menyuarakan pandangannya mengenai berbagai isu lain, mulai dari pengetahuan, kesehatan, kontroversi vaksin, ancaman pandemi, potensi perang dunia, hingga gejolak sosial ekonomi.





