PALANGKA RAYA, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov)Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau dan cuaca panas. Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari koordinasi dengan berbagai unsur terkait hingga penambahan armada helikopter water bombing.
Karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Kalteng. Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi beberapa wilayah yang mengalami kebakaran cukup parah.
Kondisi cuaca panas dan kering serta minimnya curah hujan membuat lahan mudah terbakar dan api cepat merambat. Pemerintah daerah pun memperkuat upaya pemadaman untuk mencegah kebakaran meluas dan mengantisipasi munculnya kabut asap.
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran turut turun langsung ke lokasi karhutla, salah satunya di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau. Wilayah tersebut menjadi salah satu lokasi dengan kebakaran lahan yang cukup luas.
Baca Juga:'Tambahan Upah Pungut Kae Ono Tho' Jadi Bahasa Kode Bupati Etik Suryani Peras Pegawai BPKAD"Sudah kita lakukan (penambahan helikopter water bombing), yang utama itu di Sampit dan Pulang Pisau," ujar Agustiar, Selasa (11/8/2026).
Selain memantau kondisi di lapangan, dia juga ikut dalam upaya pemadaman bersama petugas. PemprovKalteng juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan unsur terkait untuk memperkuat operasi penanganan karhutla.
Salah satu langkah yang dilakukan, menambah armada helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penambahan armada ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemadaman dari udara.
Selain pemadaman dari udara, operasi modifikasi cuaca juga dilakukan untuk memicu turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi potensi meluasnya kebakaran.
Berbagai upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan karhutla di Kalteng sehingga api tidak semakin meluas dan kabut asap tidak menimbulkan dampak serius bagi masyarakat.
#kalteng




