Unhas Jadi Satu-satunya Perguruan Tinggi Indonesia di Forum Perdamaian Hiroshima

terkini.id
1 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Hiroshima — Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi satu-satunya perguruan tinggi asal Indonesia yang terlibat dalam 6th University Presidents for Peace Conference yang digelar Hiroshima University (HU) di Kampus Higashi-Senda, Hiroshima, Jepang, 6 Agustus 2026.

Konferensi internasional tersebut mempertemukan 53 peserta dari 17 perguruan tinggi di 11 negara dan kawasan. Forum ini menjadi ruang bagi para pimpinan dan perwakilan perguruan tinggi untuk memperkuat kontribusi dunia akademik dalam membangun perdamaian, keberlanjutan, serta kerja sama lintas negara.

Unhas dalam forum tersebut diwakili Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian Prof. Ir. Suharman Hamzah, S.T., M.T., Ph.D.(Eng.), HSE Cert.

Keterlibatan Unhas sekaligus memperkuat jejaring internasional perguruan tinggi tersebut dalam berbagai agenda akademik yang berkaitan dengan perdamaian dan pembangunan berkelanjutan.

Salah satu agenda utama konferensi adalah pembacaan University Presidents for Peace Declaration oleh Presiden Hiroshima University, Mitsuo Ochi.

Deklarasi tersebut berisi komitmen bersama perguruan tinggi peserta untuk berkontribusi dalam membangun masyarakat yang damai dan berkelanjutan melalui pendidikan, penelitian, kolaborasi internasional, pertukaran mahasiswa, serta pengembangan talenta muda.

Deklarasi tersebut disepakati secara bulat oleh seluruh peserta yang berasal dari 17 perguruan tinggi di 11 negara dan kawasan.

Momentum 81 Tahun Tragedi Bom Atom Hiroshima

Konferensi tahun ini memiliki makna khusus karena berlangsung bertepatan dengan peringatan 81 tahun tragedi bom atom Hiroshima.

Momentum tersebut memberikan konteks historis yang kuat dalam pembahasan mengenai tanggung jawab perguruan tinggi untuk menjaga ingatan sejarah, membangun pemahaman lintas bangsa, serta menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi perbedaan melalui dialog dan kolaborasi.

Prof. Suharman menilai keterlibatan Unhas dalam forum tersebut bukan sekadar agenda hubungan antaruniversitas, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menerjemahkan pengalaman sejarah menjadi pembelajaran akademik.

“Bagi Unhas, forum ini lebih dari sekadar pertemuan antaruniversitas. Kita melihat bagaimana pengalaman sejarah dapat diterjemahkan menjadi pembelajaran, penelitian, dan pendidikan untuk membangun generasi yang lebih terbuka terhadap perbedaan dan lebih kuat dalam semangat kolaborasi,” ujar Prof. Suharman.

Menurutnya, posisi Unhas sebagai perguruan tinggi yang tumbuh di kawasan Indonesia Timur dengan keragaman masyarakat dan budaya memberikan pengalaman yang relevan dalam dialog internasional mengenai perdamaian dan keberlanjutan.

Ia menegaskan, perdamaian tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai gagasan, tetapi perlu diwujudkan dalam proses pendidikan, penelitian, maupun kerja sama perguruan tinggi dengan masyarakat dan institusi internasional.

“Sebagai perguruan tinggi, pembelajaran di Unhas menempatkan isu perdamaian lebih luas dari sekadar gagasan. Ide ini perlu hadir dalam cara kita mendidik mahasiswa, mengembangkan penelitian, dan membangun kerja sama dengan masyarakat maupun institusi di negara lain,” jelasnya.

Internasionalisasi Bukan Sekadar Jumlah Mitra

Kehadiran Unhas dalam forum tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi.

Prof. Suharman mengatakan, interaksi dengan perguruan tinggi dari berbagai negara memberikan kesempatan untuk memperluas perspektif akademik sekaligus membuka peluang pengembangan kerja sama yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan masing-masing institusi.

“Perjumpaan dengan perguruan tinggi dari berbagai negara juga membuka ruang untuk memperluas perspektif akademik dan mengembangkan bentuk kerja sama yang sesuai dengan konteks masing-masing. Internasionalisasi perguruan tinggi tidak semata diukur dari jumlah mitra, tetapi dari kualitas interaksi dan kontribusi yang lahir dari kemitraan tersebut,” katanya.

Sementara itu, Presiden Hiroshima University, Mitsuo Ochi, dalam sambutan pembukaannya menekankan pentingnya meneruskan ingatan dan pembelajaran dari tragedi bom atom Hiroshima.

Universitas, kata dia, memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang mampu memberikan kontribusi terhadap perdamaian melalui pendidikan, penelitian, serta pertukaran internasional.

Rangkaian Kegiatan Diawali Kunjungan ke Hiroshima Peace Memorial Park

Rangkaian kegiatan 6th University Presidents for Peace Conference diawali pada 5 Agustus 2026 dengan kunjungan peserta ke Hiroshima Peace Memorial Park dan Peace Memorial Museum.

Kegiatan dilanjutkan pada 6 Agustus 2026 dengan mengikuti Peace Memorial Ceremony dan Memorial Service for the Victims of the Atomic Bomb.

Rangkaian tersebut memberikan pengalaman dan konteks sejarah kepada para peserta sebelum memasuki agenda pembahasan mengenai peran perguruan tinggi dalam membangun perdamaian dan keberlanjutan.

Dalam konferensi, para pimpinan dan perwakilan perguruan tinggi peserta juga memperkenalkan karakteristik institusi masing-masing serta berbagai inisiatif yang telah dikembangkan dalam bidang perdamaian dan keberlanjutan.

Bagi Unhas, keterlibatan dalam forum internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi perguruan tinggi Indonesia Timur dalam percakapan global mengenai perdamaian, keberlanjutan, pendidikan, dan kerja sama antarbangsa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sekjen PSSI Singgung 14 Pemain yang Absen di Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Tak Turun dengan Kekuatan Terbaik
• 23 jam lalubola.com
thumb
Daftar Pelatih Elit yang Enggak Takut Kehabisan Duit
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
ATR/BPN dan Kemendagri sepakati pengintegrasian NIB dan NOP
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Olah TKP di Sekolah Swasta Jaksel Tempat Simpan 995 Air Soft Gun, Sejumlah Barang Diangkut
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Trump Menuntut Iran Membayar Kompensasi atas Korban dan Kerusakan Selama Puluhan Tahun
• 3 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.