Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyambangi kantor pusat Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat hari ini, Selasa (11/8). Ia menghadiri rapat dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Berdasarkan pantauan kumparan di kantor Kemenkeu, Bahlil sampai di kantor Purbaya sekitar pukul 14.08 WIB. Hanya saja, Bahlil enggan menjawab pertanyaan awak media terkait isu-isu yang akan dibahas dalam rapat bersama Purbaya.
Sebelum Bahlil, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman dan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Tri Winarno hadir terlebih dahulu di kantor Kemenkeu.
Selain itu, terlihat juga Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto.
Sebelumnya, keterkaitan Purbaya dan Bahlil terjalin dalam isu penetapan bea keluar batu bara dan kenaikan royalti mineral. Pada Mei 2026 lalu, Bahlil mengatakan kebijakan tersebut ditunda untuk waktu yang belum dapat dipastikan.
"Kita bahas tentang beberapa penyesuaian regulasi, termasuk yang kita bahas adalah pengenaan pajak ekspor terhadap beberapa komoditas yang pernah disosialisasikan. Kita sudah sepakati kita tangguhkan sementara sambil kita cari formulasi dengan baik dengan tetap mengedepankan kepentingan pengusaha dan kepentingan negara," katanya kepada awak media di Kejaksaan Agung, Rabu (13/5).
Sementara di sektor migas, salah satunya yakni Purbaya memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir tahun 2026 meskipun terjadi fluktuasi harga minyak mentah global. Hal ini lantaran pemerintah memanfaatkan saldo anggaran lebih (SAL), sehingga jika asumsi harga minyak menembus USD 100 per barel sepanjang 2026 dan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi, defisit anggaran masih bisa dijaga di level 2,92 persen terhadap PDB.




