tvOnenews.com - Masih ingat Bowo Alpenliebe yang sempat dijuluki “suhu” TikTok pada 2018? Pemilik nama asli Prabowo Mondardo itu kini menjalani kehidupan yang jauh berbeda setelah popularitasnya sebagai trend setter joget-jogetan mereda. Bowo telah menikah, menantikan kelahiran anak pertama, hingga menjalani bisnis kuliner bersama sang istri.
Nama Bowo mendadak begitu populer pada 2018 ketika usianya baru 12 tahun. Melalui akun TikTok Bowo Alpenliebe, Prabowo Mondardo dikenal berkat gaya joget dua jari yang kemudian menjadi tren di kalangan pengguna media sosial. Popularitasnya bahkan membuat Bowo menjadi salah satu sosok yang identik dengan awal perkembangan TikTok di Indonesia.
Kini, Prabowo Mondardo sudah tumbuh dewasa dan menjalani kehidupan baru sebagai seorang suami. Bowo juga tengah menantikan kelahiran anak pertamanya bersama sang istri, Fika. Kabar tersebut sempat membuat warganet terkejut mengingat sosoknya dahulu dikenal sebagai remaja yang begitu populer di TikTok.
Bowo Kini Jualan Donat di Pinggir Jalan
Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai konten kreator, Bowo kini memilih menekuni bisnis kuliner. Bersama sang istri, ia terlihat menjalankan usaha donat pinggir jalan melalui brand @vbdough.co. Pilihan tersebut menunjukkan sisi lain kehidupan Bowo yang kini lebih banyak berkutat dengan aktivitas berwirausaha.
Dalam sebuah unggahan @donnyra, Bowo menjelaskan produk yang dijualnya bersama sang istri. Ia menyebut terdapat beberapa jenis donat yang ditawarkan dengan harga mulai dari Rp8.000 hingga Rp15.000.
“kita lagi jualan donat, ada thailand, donat bolong juga ada. mulai dari rp.8000 sama 15000,” ucap Bowo dalam unggahan @donnyra.
Bowo juga mengungkapkan bahwa dirinya masih menjalani aktivitas sebagai konten kreator. Namun, ia tidak hanya mengandalkan pekerjaan sebagai pembuat konten karena kini mencoba berbagai peluang untuk mendapatkan penghasilan.
“sempat masih nge-live streaming kadang preloved juga. jadi sekarang apa yang bisa dijualin, kita jualin,” kata Bowo.
Menurut Bowo, keputusan berjualan bukan semata-mata karena pekerjaan sebagai konten kreator sudah tidak menjanjikan. Ia menyebut kondisi tersebut juga dirasakan oleh banyak teman-temannya yang bekerja di bidang serupa, terutama ketika mencari tawaran endorsement.




