Insiden kecelakaan maut dalam acara drag race di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, pada Minggu (9/8) sore, mendorong Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat untuk mengevaluasi ulang sistem pengawasan penyelenggaraan event otomotif, khususnya di tingkat daerah.
Wakil Ketua Umum IMI Pusat, John Lubis, mengungkapkan bahwa ke depan, IMI berencana melarang drag race digelar di jalan umum yang lokasinya tidak memenuhi standar.
“Makanya tadi Ketua IMI Pusat meminta seluruh event khususnya drag race kita akan buat aturan tidak lagi boleh di jalan umum yang lokasinya memang tidak sesuai,” kata John saat kepada kumparan, Senin (10/8).
Rencana ini muncul di tengah sorotan terhadap lintasan yang digunakan dalam acara tersebut, yang menurut John tidak memenuhi standar keselamatan, mulai dari panjang lintasan hingga pembatas pengaman penonton.
Track Inspection Hanya Berjalan di Level NasionalDi luar soal lintasan, John juga membuka celah dalam sistem pengawasan IMI yang selama ini berjalan. Ia menjelaskan bahwa mekanisme track inspection atau pemeriksaan kelayakan sirkuit sejauh ini baru diterapkan secara konsisten di kejuaraan nasional.
“Seperti program IMI tahun 2026, kita mengutamakan masalah safety. Di semua kejuaraan nasional kita sudah melakukan yang namanya track inspection. Track inspection itu tugasnya adalah memeriksa apakah kelayakan suatu sirkuit dapat dipergunakan,” jelasnya.
Namun, untuk event yang sifatnya kedaerahan dan lokal, seperti acara klub, pemeriksaan semacam itu belum berjalan optimal dan idealnya menjadi tanggung jawab IMI Provinsi.
“Tetapi memang untuk event-event bersifat kedaerahan dan lokal, club event begitu, ya ini harusnya memang IMI Provinsi yang melakukan track inspection,” ujarnya.
Celah inilah yang diduga menjadi salah satu faktor lolosnya lintasan Kotamobagu untuk digunakan, meski secara teknis tidak memenuhi standar keselamatan IMI.
IMI Pusat Perketat Pengawasan ke ProvinsiMenyikapi hal ini, Ketua Umum IMI dilaporkan telah menggelar rapat daring dengan seluruh Ketua IMI Provinsi untuk memperkuat mekanisme pengawasan berjenjang, termasuk khusus untuk kategori drag race.
“Tapi ke depan tadi perintah Ketua Umum bahwasanya di event lokal dan provinsi pun paling tidak IMI Pusat mendapat gambaran, khusus drag race ini apakah memang sudah sesuai dia punya lintasan,” kata John.
Ia menegaskan, seluruh Ketua IMI Provinsi diminta bertanggung jawab penuh atas kegiatan yang berlangsung di wilayahnya, termasuk memastikan pemeriksaan awal sebelum rekomendasi diterbitkan.
“Meminta supaya IMI Provinsi bertanggung jawab terhadap semua kegiatan sehingga pemeriksaan awal sebelum mengeluarkan rekomendasi harus betul-betul diperhatikan masalah safety baik untuk penonton maupun peserta di semua kegiatan otomotif di Indonesia,” tegasnya.
Dengan rencana aturan baru ini, IMI berharap insiden serupa tidak lagi terulang di masa mendatang, khususnya untuk event-event berskala lokal yang selama ini luput dari pengawasan ketat seperti di level nasional.
“Ya kita pasti tegas dan serius terhadap kasus ini karena ini jadi contoh terakhir kita harapkan itu tidak terjadi lagi di kemudian hari,” pungkas John.





