Pontianak (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menawarkan penguatan kerja sama di sektor peternakan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia kepada Pemprov Kalimantan Barat.
"Kalau Pak Gubernur (Kalbar) berkenan mengirim tenaga inseminasi buatan untuk peternakan sapi domba, Insya Allah ketika mereka kembali, kita akan tetap mendampingi. Praktik melakukan inseminasi buatan seperti apa, mengawasi kebuntingan, memastikan bahwa ini sudah terjadi kebuntingan pada sapi-sapi tertentu, Insya Allah kita siap mengawal," kata Khififah saat menghadiri misi dagang dan investasi Jawa Timur-Kalimantan Barat di Pontianak, Selasa.
Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dapat mengirim peternak dan tenaga teknis untuk mengikuti pelatihan di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari yang berada di Jawa Timur dan merupakan unit Kementerian Pertanian.
Khofifah menilai peningkatan kapasitas inseminator dan tenaga pengawas dapat membantu mempercepat pengembangan populasi serta kualitas sapi di Kalimantan Barat.
Ia berharap penguatan teknologi reproduksi dan budidaya tersebut dapat mendukung target Indonesia mencapai swasembada daging dalam beberapa tahun mendatang.
Baca juga: Misi dagang Jatim-Kalbar bukukan transaksi Rp2,3 triliun
Baca juga: Jatim dan Kalbar perkuat sinergi antarwilayah melalui Pagar Jati
Menurut Khofifah, keterlibatan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan organisasi pengusaha dalam misi dagang menjadi modal penting untuk memastikan berbagai komitmen yang telah disepakati dapat direalisasikan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat atas sambutan dan sinergi yang diberikan dalam pelaksanaan misi dagang tersebut.
Khofifah berharap hubungan ekonomi Jawa Timur dan Kalimantan Barat yang telah berlangsung selama sekitar tujuh tahun dapat terus diperluas melalui perdagangan, investasi, pengembangan sumber daya manusia, serta transfer teknologi.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan sebelumnya mengatakan kerja sama dengan Jawa Timur perlu dikembangkan tidak hanya dalam perdagangan produk, tetapi juga transfer teknologi dan pengetahuan.
Norsan menilai Kalimantan Barat masih memiliki banyak hal yang dapat dipelajari dari Jawa Timur, terutama dalam pengolahan komoditas dan pengembangan teknologi produksi.
Baca juga: Misi dagang dan investasi Jatim-Sulut catat transaksi Rp1,74 triliun
Baca juga: Kalteng dan Jatim hasilkan Rp2 T dalam transaksi dagang-investasi
"Kalau Pak Gubernur (Kalbar) berkenan mengirim tenaga inseminasi buatan untuk peternakan sapi domba, Insya Allah ketika mereka kembali, kita akan tetap mendampingi. Praktik melakukan inseminasi buatan seperti apa, mengawasi kebuntingan, memastikan bahwa ini sudah terjadi kebuntingan pada sapi-sapi tertentu, Insya Allah kita siap mengawal," kata Khififah saat menghadiri misi dagang dan investasi Jawa Timur-Kalimantan Barat di Pontianak, Selasa.
Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dapat mengirim peternak dan tenaga teknis untuk mengikuti pelatihan di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari yang berada di Jawa Timur dan merupakan unit Kementerian Pertanian.
Khofifah menilai peningkatan kapasitas inseminator dan tenaga pengawas dapat membantu mempercepat pengembangan populasi serta kualitas sapi di Kalimantan Barat.
Ia berharap penguatan teknologi reproduksi dan budidaya tersebut dapat mendukung target Indonesia mencapai swasembada daging dalam beberapa tahun mendatang.
Baca juga: Misi dagang Jatim-Kalbar bukukan transaksi Rp2,3 triliun
Baca juga: Jatim dan Kalbar perkuat sinergi antarwilayah melalui Pagar Jati
Menurut Khofifah, keterlibatan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan organisasi pengusaha dalam misi dagang menjadi modal penting untuk memastikan berbagai komitmen yang telah disepakati dapat direalisasikan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat atas sambutan dan sinergi yang diberikan dalam pelaksanaan misi dagang tersebut.
Khofifah berharap hubungan ekonomi Jawa Timur dan Kalimantan Barat yang telah berlangsung selama sekitar tujuh tahun dapat terus diperluas melalui perdagangan, investasi, pengembangan sumber daya manusia, serta transfer teknologi.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan sebelumnya mengatakan kerja sama dengan Jawa Timur perlu dikembangkan tidak hanya dalam perdagangan produk, tetapi juga transfer teknologi dan pengetahuan.
Norsan menilai Kalimantan Barat masih memiliki banyak hal yang dapat dipelajari dari Jawa Timur, terutama dalam pengolahan komoditas dan pengembangan teknologi produksi.
Baca juga: Misi dagang dan investasi Jatim-Sulut catat transaksi Rp1,74 triliun
Baca juga: Kalteng dan Jatim hasilkan Rp2 T dalam transaksi dagang-investasi





