Anak Sering Memiringkan Kepala saat Lihat Sesuatu? Waspadai Gejala Mata Juling!

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Mata juling pada anak mungkin cukup mudah dikenali karena posisi kedua mata terlihat tidak sejajar. Namun, pada kondisi awal, tandanya bisa lebih samar sehingga orang tua perlu lebih jeli memperhatikan kebiasaan anak saat melihat.

Menurut Dokter Spesialis Mata Konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus, dr. Devina Nur Annisa, Sp.M (K), salah satu tanda yang bisa diamati adalah ketika mata anak tampak tidak fokus saat sedang melihat wajah orang lain.

“Kalau anak lagi ngelamun, lagi berbicara lama dengan kita, matanya tampak tidak fokus menatap wajah kita,” ucap dr. Devina kepada kumparanMOM usai menghadiri acara Press Conference Pusat Operasi Mata Juling bersama RS Mata JEC Menteng di Jakarta Pusat, Senin (10/8).

Anak Sering Memiringkan Kepala Saat Melihat

Selain posisi mata yang tampak tidak sejajar, ada beberapa tanda ringan yang juga perlu diperhatikan. Salah satunya ketika anak sering memiringkan kepala saat berusaha melihat dengan fokus.

Menurut dr. Devina, kebiasaan tersebut bisa menjadi tanda adanya ketidaksejajaran posisi bola mata. Anak mungkin secara tidak sadar mencari posisi tertentu agar bisa mendapatkan titik pandang yang terasa lebih nyaman.

"Dia selalu berusaha mencari titik melihat yang nyaman dengan cara memiringkan kepala,” ungkapnya.

Orang tua juga perlu memperhatikan apabila anak sering memicingkan salah satu mata ketika melihat sesuatu dengan fokus, terutama saat berada di tempat yang terang. Kebiasaan tersebut dapat menjadi salah satu tanda awal yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Bisa Kenali dengan Pantulan Cahaya

Selain mengamati kebiasaan anak, orang tua juga dapat melakukan pemeriksaan sederhana dengan melihat pantulan cahaya pada mata. Menurut dr. Devina, pemeriksaan ini disebut tes schirmer.

Tes tersebut dilakukan dengan memberikan pantulan cahaya menggunakan alat sederhana seperti senter. Anak diarahkan untuk melihat lurus, kemudian orang tua atau pemeriksa dapat melihat posisi pantulan cahaya pada bagian kornea atau bagian bening di depan mata.

"Selama pantulan cahayanya itu tetap di tengah, mudah-mudahan anak kita tidak mengalami kondisi juling," kata dr. Devina.

Meski demikian, pemeriksaan sederhana di rumah bukan pengganti pemeriksaan mata oleh dokter. Jika orang tua melihat adanya perubahan pada posisi mata atau menemukan kebiasaan tertentu saat anak melihat, sebaiknya kondisi tersebut diperiksakan.

"Alangkah baiknya orang tua segera memeriksakan kondisi mata anaknya, apabila dirasakan ada hal yang tidak nyaman,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Digitalisasi Penerbitan Akta Kelahiran, Layanan Publik Makin Terintegrasi
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Makam Sutrimo Akan Dibongkar, Ini yang Disiapkan Polisi
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Delapan penerima manfaat program pemerintah hadiri Sidang Tahunan
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Advokat Dodi: Kenapa Kesalahan Orang Lain Dibebankan ke Gus Yaqut
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Pasokan Global Pulih, Harga Minyak Mentah Indonesia Turun Jadi USD 81,68/Barel
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.