Kepala BNPB Targetkan Kebakaran Bromo Padam dalam 3 Hari

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Probolinggo: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menginstruksikan percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. BNPB menargetkan seluruh titik api di kawasan lereng Gunung Bromo dapat dipadamkan secara menyeluruh dalam waktu tiga hari.

"Penggunaan cara-cara tradisional seperti gepyok harus kita tinggalkan. Kita dukung penuh pasukan darat dari TNI dan tim gabungan dengan perlengkapan modern, APD, serta pompa portabel agar proses pemadaman berjalan efisien dan aman," tegas Suharyanto saat membuka Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla TNBTS di Probolinggo, Jawa Timur, Selasa, 11 Agustus 2026, mengutip keterangan pers BNPB.

Dalam arahannya, Suharyanto menekankan pentingnya dukungan peralatan yang memadai untuk memperkuat efektivitas dan keselamatan personel gabungan yang melakukan pemadaman di medan yang sulit dijangkau. BNPB meminta seluruh sarana dan prasarana penanganan bencana yang tersedia di gudang BPBD segera dimobilisasi, termasuk alat pelindung diri (APD), pompa portabel, serta peralatan pendukung lainnya.

Baca Juga :

Kebakaran Bromo Capai 899 Hektare, Petugas Berupaya Putus Jalur Rambatan
Keterbatasan sumber air di lokasi kebakaran menjadi salah satu tantangan dalam pemadaman. Untuk mengatasinya, BNPB menyiapkan penempatan kantong air elastis berkapasitas masing-masing enam ton di sejumlah titik sepanjang jalur darat utama.

Kantong air tersebut akan diisi secara berkala menggunakan helikopter water bombing, sehingga dapat menjadi sumber pasokan air bagi personel pemadam di darat. Skema ini diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman sekaligus mendukung pembasahan area yang telah terbakar guna mencegah munculnya kembali titik api. Pemadaman dari Udara BNPB telah memobilisasi tiga unit helikopter untuk mendukung operasi pemadaman melalui udara di kawasan TNBTS. Penggunaan armada water bombing menjadi salah satu strategi utama mengingat kondisi medan yang curam dengan kemiringan lereng yang mencapai sekitar 80 derajat, sehingga menyulitkan akses personel dan peralatan pemadaman melalui jalur darat.

Sementara itu, upaya pemadaman melalui hujan buatan atau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum dapat dilakukan karena belum terdapat pertumbuhan awan hujan yang memadai di sekitar kawasan TNBTS.

"Kita manfaatkan cuaca cerah dan optimalkan pemadaman udara sampai sore hari. Kita patok target, paling lambat Jumat seluruh titik api sudah padam, sehingga armada pemadaman udara dapat dialokasikan untuk mem-backup penanganan bencana di titik rawan lainnya," ujar Suharyanto.

Lahan hangus akibat kebakaran di Bromo. (Foto: BNPB) 

Pada Selasa, 11 Agustus 2026, operasi water bombing difokuskan pada satu titik kebakaran di Pusung Duwur, wilayah Dingklik. Selain menjatuhkan air untuk memadamkan api, operasi juga diarahkan untuk membasahi area yang sebelumnya terbakar guna mengurangi potensi munculnya kembali titik api.

Berdasarkan hasil kaji cepat, per Selasa, 11 Agustus 2026, luas area yang terbakar di kawasan TNBTS mencapai sekitar 889 hektare. Vegetasi yang terdampak antara lain cemara gunung, mentigi, akasia, dan semak belukar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polusi Disorot Saat Laga AC Milan vs Chelsea, Pramono Siapkan Hujan Buatan
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Gempa 5,1 Magnitudo Guncang Enggano Bengkulu, Tak Berpotensi Tsunami
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Menangkap Peluang Popularitas Kopi Indonesia dan Espresso Italia
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Penyidikan Kasus Korupsi MBG, Kejagung Periksa 12 Saksi Untuk Perjelas Konstruksi Perkara
• 6 jam lalunarasi.tv
thumb
Uji Coba E-voting, Kemenkum Libatkan Pegawai Pilih Kakanwil Jatim
• 2 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.