HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kesempatan masyarakat Sulsel untuk berburu rumah sekaligus membandingkan skema pembiayaan semakin dekat di Apersi Property Expo (Apex) 2026.
Apex 2026 akan digelar dua hari lagi dengan target transaksi mencapai Rp60 miliar, di tengah kondisi pasar properti nasional yang masih menghadapi tekanan.
Pameran yang digelar DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sulsel tersebut berlangsung pada 13-16 Agustus 2026 di Mal Panakkukang, Makassar.
Sebanyak 22 developer anggota Apersi Sulsel dijadwalkan ambil bagian dalam pameran dengan sekitar 36 stan.
Selain pengembang, pameran juga melibatkan perbankan dan sejumlah perusahaan pendukung ekosistem industri perumahan.
Ketua Panitia Apex 2026, Akbar Yusuf, mengatakan persiapan pameran saat ini telah mencapai sekitar 95%. Panitia tengah mematangkan berbagai aspek teknis menjelang pembukaan.
Menurut dia, Apex 2026 tidak hanya diarahkan sebagai ajang promosi proyek perumahan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai harga rumah, lokasi, fasilitas, hingga pilihan pembiayaan.
“Apex 2026 kami hadirkan bukan hanya untuk mempertemukan developer dengan calon pembeli, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi selengkap mungkin sebelum menentukan pilihan rumah,” kata Akbar.
Kehadiran puluhan pengembang dalam satu lokasi, lanjutnya, memungkinkan calon konsumen membandingkan berbagai pilihan hunian secara langsung. Produk yang ditawarkan mencakup rumah subsidi hingga rumah komersial.
Pengunjung juga dapat berkonsultasi langsung mengenai harga, lokasi, fasilitas perumahan, serta kemampuan pembiayaan sebelum memutuskan membeli rumah.
“Jadi masyarakat tidak perlu ragu untuk datang. Di sini mereka bisa melihat berbagai pilihan rumah, bertanya langsung kepada developer, sekaligus mendapatkan gambaran mengenai kemampuan pembiayaan sebelum mengambil keputusan,” ujarnya.
Selain pengembang, Apex 2026 akan menghadirkan perbankan yang dapat memberikan informasi mengenai kredit pemilikan rumah (KPR).
Kehadiran perbankan dinilai penting karena keputusan membeli rumah tidak hanya bergantung pada harga jual, tetapi juga kemampuan konsumen memenuhi kewajiban pembiayaan dalam jangka panjang.
Panitia juga menyiapkan talkshow dan edukasi properti yang membahas proses pembelian rumah, pembiayaan, serta berbagai peluang dan kebijakan pemerintah di sektor perumahan.
Akbar mengatakan edukasi tersebut diperlukan agar calon pembeli tidak hanya terpaku pada harga rumah.
Aspek seperti legalitas, lokasi, fasilitas, skema pembiayaan, serta prospek kawasan juga perlu menjadi pertimbangan sebelum konsumen mengambil keputusan.
“Harapan kami masyarakat datang bukan hanya untuk melihat-lihat, tetapi benar-benar memanfaatkan momentum ini untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya. Kalau memang sudah punya rencana membeli rumah, Apex bisa menjadi tempat untuk membandingkan pilihan dan berkonsultasi langsung,” katanya.
Target transaksi Rp60 miliar tersebut dipasang Apersi Sulsel di tengah tantangan yang masih dihadapi industri properti nasional.
Akbar menyebut penjualan properti secara nasional mengalami penurunan sekitar 24%. Kondisi tersebut membuat panitia tidak memasang target transaksi terlalu agresif dalam penyelenggaraan Apex 2026.
“Penjualan properti secara nasional memang sedang mengalami penurunan sekitar 24 persen. Karena itu kami tidak memasang target terlalu tinggi. Insyaallah kami menargetkan nilai transaksi sekitar Rp60 miliar, baik untuk rumah subsidi maupun komersial,” ujar Akbar.
Target tersebut sekaligus diharapkan menjadi bagian dari kontribusi pengembang di Sulsel dalam mendukung program pemerintah membangun 3 juta rumah.
Menurut Akbar, pameran menjadi salah satu cara mempertemukan masyarakat yang membutuhkan hunian dengan pengembang dan lembaga pembiayaan dalam satu lokasi.
Ia pun mendorong masyarakat yang sudah memiliki rencana membeli rumah agar tidak menunggu hingga memiliki uang tunai dalam jumlah besar untuk mulai mencari informasi.
“Jangan menunggu sampai punya uang tunai baru datang mencari rumah. Datang dulu, konsultasikan kemampuan dan kebutuhan kita. Bisa jadi dari expo ini masyarakat menemukan pilihan rumah dan skema pembiayaan yang sesuai,” katanya.
Apex 2026 mengusung tema “Mewujudkan Merdeka Punya Rumah”. Panitia berharap pameran tersebut tidak hanya mendorong transaksi pengembang, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan pilihan hunian yang layak dan terjangkau.
Pemilihan Mal Panakkukang sebagai lokasi pameran juga menjadi strategi panitia untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Lokasi tersebut dinilai strategis karena menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat di Makassar.
Dengan waktu pelaksanaan selama empat hari, masyarakat memiliki kesempatan untuk melihat berbagai pilihan rumah, membandingkan harga, berkonsultasi dengan developer dan perbankan, serta menghitung kemampuan pembiayaan sebelum mengambil keputusan.
“Empat hari ini kami ingin benar-benar membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat. Silakan datang, lihat pilihan rumahnya, tanyakan pembiayaannya, dan jangan sungkan berkonsultasi. Kami ingin Apex 2026 menjadi momentum semakin banyak masyarakat Sulsel berani mewujudkan impian punya rumah,” pungkas Akbar. (ams)





