Mas Dhito Beri Pesan Tegas ke Peserta LBB SMA Kediri: Hindari Bullying dan Pergaulan Bebas

beritajatim.com
1 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memberangkatkan Lomba Baris Berbaris (LBB) tingkat SMA di Lapangan Depan Kantor Pemkab Kediri, Selasa (11/8/2026).

Mas Dhito mengingatkan pelajar menjauhi bullying dan pergaulan bebas karena kedua persoalan tersebut masih ditemukan di kalangan remaja.

Pemkab Kediri akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat penanganan dan pencegahan bullying di tingkat SMA.

Mas Dhito menyoroti dispensasi pernikahan dini sebagai salah satu indikator masih adanya persoalan pergaulan bebas di kalangan remaja.

Tahun ini LBB diikuti 52 pleton tingkat SD, 120 pleton SMP, dan 172 pleton SMA, dengan jumlah peserta yang meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Kediri (beritajatim.com) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memberikan dua pesan penting kepada peserta Lomba Baris Berbaris (LBB) tingkat SMA, yakni menjauhi bullying dan pergaulan bebas.

Pesan tersebut disampaikan Mas Dhito, sapaan akrab Hanindhito, saat memberangkatkan peserta LBB di Lapangan Depan Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, pada Selasa (11/8/2026).

Mas Dhito mengatakan, hingga kini masih mendengar adanya kasus bullying dan pergaulan bebas yang melibatkan anak-anak usia SMA. Karena itu, ia meminta para pelajar tidak terlibat dalam dua persoalan tersebut yang dapat berdampak terhadap masa depan mereka.

Terkait bullying, Mas Dhito menjelaskan bahwa kewenangan pendidikan jenjang SMA berada di Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kediri akan tetap berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk mendorong langkah pencegahan sekaligus penanganan.

“Saya akan menyampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, kalau ada bullying saya minta (pelakunya) untuk di-Drop Out,” terangnya.

Menurut Mas Dhito, persoalan bullying tidak boleh dianggap sebagai masalah kecil. Lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang aman bagi siswa untuk belajar, berkembang, dan membangun karakter.

Selain bullying, Bupati Kediri juga menyoroti persoalan pergaulan bebas di kalangan remaja. Salah satu indikator yang menjadi perhatian pemerintah adalah masih adanya pengajuan dispensasi pernikahan dini di Kabupaten Kediri.

Mas Dhito mengingatkan para peserta LBB untuk menjaga diri, memilih lingkungan pergaulan yang positif, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merusak masa depan.

Bupati berusia 34 tahun tersebut menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan Kabupaten Kediri. Karena itu, ia meminta para pelajar memanfaatkan masa sekolah untuk belajar dan mengembangkan potensi.

“Nasib Kabupaten ini ada di tangan panjenengan semua,” kata Mas Dhito kepada para peserta LBB saat memberikan sambutan.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus berupaya membangun koordinasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan perhatian orang tua, pemerintah, serta lingkungan masyarakat.

Sementara itu, kegiatan LBB Kabupaten Kediri digelar rutin setiap tahun dan diikuti pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Tahun ini, LBB tingkat SD diikuti 52 pleton, sedangkan tingkat SMP dan SMA masing-masing diikuti 120 dan 172 pleton.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muksin mengatakan jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan LBB tahun ini berlangsung lebih meriah.

“SMA ada peningkatan, tahun kemarin 110 regu tahun ini sekitar 120 regu,” katanya.

Muksin memperkirakan pelaksanaan LBB tingkat SMA akan berlangsung hingga sore menjelang petang. Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana membangun kedisiplinan, kekompakan, dan karakter para pelajar.

Pemerintah Kabupaten Kediri berharap kegiatan yang melibatkan ribuan pelajar tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu memperkuat nilai kedisiplinan dan kebersamaan. Di sisi lain, pesan mengenai pencegahan bullying dan pergaulan bebas diharapkan menjadi perhatian bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi generasi muda. [ADV PKP/nm]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, KPK Akan Bongkar Peran Yaqut dkk
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Kejagung Periksa 12 Saksi Terkait Kasus MBG, Termasuk Sekretaris Kepala BGN
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Kualitas Underwriting Jadi Penopang Laba Bersih TUGU Rp480 Miliar di Semester I-2026
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Disway Awards 2026 Kembali Digelar, Apresiasi Brand Terpercaya dan Terpopuler Berbasis Riset Publik
• 4 jam laludisway.id
thumb
Angkot Listrik M06 Kampung Melayu-Gandaria Baru 1 Unit, Ini Rute dan Jadwalnya
• 4 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.