JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah segera menuntaskan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, yang telah melanda sekitar 520 hektare lahan.
Puan menilai meluasnya kebakaran hingga menyebabkan seluruh akses wisata Gunung Bromo ditutup merupakan kondisi serius yang membutuhkan konsentrasi penuh pemerintah.
Menurutnya, penanganan harus mengutamakan pemadaman api, perlindungan ekosistem, serta keselamatan masyarakat.
"Prioritas saat ini harus jelas, padamkan api secepat mungkin, cegah perluasan kerusakan, dan lindungi masyarakat sekitar dari dampak turunannya," kata Puan dalam keterangannya, Selasa, 11 Agustus 2026.
BACA JUGA:Kebakaran Bromo Belum Padam, Modifikasi Cuaca Terkendala Awan hingga 4 Hari ke Depan
Karhutla di kawasan Bromo dilaporkan terjadi sejak Senin pekan lalu. Kebakaran terus meluas hingga Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup total akses masuk wisata dari Kabupaten Malang, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo.
Puan meminta pemerintah memastikan operasi pemadaman memiliki satu komando yang kuat serta didukung personel dan peralatan yang memadai.
Pengawasan terhadap seluruh titik rawan juga dinilai penting untuk mencegah api yang telah dikendalikan kembali menyala atau merembet ke kawasan lain.
BACA JUGA:Muncul Isu Liar Pratikno Sakit dan Mundur: Saya di Bromo Tangani Kebakaran
Menurut Puan, pemadaman baik melalui jalur darat maupun udara harus dilakukan berdasarkan pemetaan pergerakan api, kondisi angin, vegetasi kering, serta kawasan yang memiliki nilai ekologis tinggi.
"Pada saat yang sama, kualitas udara dan potensi penyebaran asap ke permukiman harus terus dipantau," ujarnya.
Puan juga meminta pemerintah menyiapkan peta kerusakan yang mencakup vegetasi, habitat satwa, kondisi tanah, daerah tangkapan air, hingga kawasan yang berisiko mengalami erosi dan degradasi lanjutan.
Menurutnya, pemulihan kawasan Bromo tidak cukup dilakukan dengan menanam kembali pohon. Kawasan yang terbakar perlu dikelompokkan berdasarkan tingkat kerusakannya dan mendapatkan intervensi pemulihan yang berbeda.
BACA JUGA:Kebakaran Hutan Bromo Belum Padam, Kemenhut Perkuat Operasi Terpadu
"Kawasan yang terbakar harus dibagi berdasarkan tingkat kerusakannya dan diberikan intervensi pemulihan yang berbeda dengan mengutamakan regenerasi vegetasi asli dan pemulihan fungsi ekologis kawasan," kata Puan.
- 1
- 2
- 3
- »





