Dixon menilai situasi ini menjadi dilema tersendiri bagi pelatih Mikel Arteta maupun bagi sang pemain. Di satu sisi, White merupakan sosok populer yang disukai di dalam tim, namun di sisi lain kebutuhan akan menit bermain reguler bisa mendorongnya keluar dari Emirates Stadium. Tiada Kepastian Menit Bermain Menurut Dixon, seorang pemain di usia produktif seperti Ben White seharusnya tidak berpasrah diri duduk di bangku cadangan ketika pesaing utamanya dalam kondisi fit. Meski begitu, Dixon mengakui bahwa keputusan untuk angkat kaki bukanlah perkara mudah, terlebih Arsenal saat ini berkompetisi di level tertinggi Eropa.
"Situasi cederanya tidak bagus untuk pelatih. Saya tahu ia disukai di klub, dia punya sikap yang berbeda dibanding pemain lain, tapi ia adalah anak yang baik dan bagus untuk skuad," kata Dixon. Baca juga: Lini Pertahanan Rapuh, Arsenal Wajib Belanja Pemain Baru "Dari sudut pandang saya, jika saya adalah dia, saya akan mengetuk pintu pelatih sekarang karena saya ingin bermain dan ia tidak akan bermain jika Timber bugar," jelasnya.
"Jika saya adalah dia, saya akan minta pergi. Tapi meninggalkan tim Liga Champions itu sulit dan sekarang tim butuh skuad yang besar," bebernya. Waspada Riwayat Cedera Meski menyarankan White untuk memikirkan masa depannya, Dixon juga mengingatkan manajemen Arsenal agar cermat memperhitungkan kedalaman skuad. Masalah cedera otot yang berulang menjadi ancaman nyata yang tidak boleh diabaikan begitu saja oleh klub.
"Tapi mereka harus waspada dengan sejarah secederanya. Seorang pemain tidak tiba-tiba bebas dari cedera setelah berulang kali mengalami cedera otot," paparnya.
"Jadi posisi itu cukup rawan. Mereka punya pelapis untuk saat ini, tapi jika Ben White pergi, mereka butuh penggantinya," pungkasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)





