Antisipasi El Nino, Pemkab Sleman Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Sleman: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan melalui Keputusan Bupati Nomor 59.1/Kep.KDH/2026 yang berlaku mulai 1 Juli hingga 31 Agustus untuk mengantisipasi potensi musim kemarau panjang tahun 2026 akibat anomali El Nino.

"Status ini berpotensi diperpanjang atau ditingkatkan menjadi status darurat jika dampak kekeringan semakin memburuk. Hal ini juga adanya penguatan angin muson Australia yang diprediksi berlangsung hingga Desember," kata Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, di Sleman, Selasa, 11 Agustus 2026.

Ia mengatakan, fenomena tersebut berdampak pada pergeseran puncak musim kemarau dari Agustus ke September, serta mundurnya awal musim hujan di wilayah Sleman hingga akhir Oktober atau awal Desember.

"Puncak musim kemarau yang awalnya Agustus mundur ke September, kemudian curah hujan atau musim hujan di 2026 ini juga mundur, bisa di akhir Oktober bahkan di Desember awal karena Desember masih kuat El Nino-nya," kata Bambang.

Baca Juga :

Kering Total, Sungai Klambu Kiri Demak Berubah Jadi Lapangan Bola
Sebagai langkah mitigasi, BPBD Sleman bersama jajaran TNI, Polri, Basarnas, PMI, Damkar, Satpol PP, BMKG, BBTKG, dan relawan menggelar Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) guna mengantisipasi maraknya kebakaran permukiman maupun lahan selama musim kemarau.

Untuk mengatasi dampak kekurangan air bersih, Pemkab Sleman mengalokasikan anggaran sekitar Rp25 juta yang setara dengan penanganan 50 tangki air bersih. Penyaluran air bersih dilakukan secara situasional sesuai kebutuhan warga di lapangan.

Berdasarkan catatan BPBD Sleman, pendistribusian air bersih telah dilakukan di beberapa titik yang terdampak kendala teknis maupun penurunan debit sumber air. Pada April lalu, bantuan empat tangki air disalurkan ke Girikerto dan Purwobinangun, Kapanewon Turi, akibat mampetnya Pamsimas yang tertimbun material Merapi.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Bambang Kuntoro. (ANTARA/Sutarmi)

Penyaluran air juga dilakukan pada Juli sebanyak lima tangki atau setara 25.000 liter ke Sumbersari, Kapanewon Moyudan, akibat kerusakan pompa Pamsimas. Selanjutnya pada Agustus, BPBD menyalurkan delapan tangki atau setara 40.000 liter air bersih ke Wukirsari, Kapanewon Turi, lantaran debit mata air Krasak berkurang hingga sepertiga dari kapasitas normal.

"Alhamdulillah kemarin karena ada pergiliran, kemudian ada penghematan air pemanfaatannya oleh masyarakat di Wukirsari, Turi, dua hari ini belum ada dropping lagi dari kita. Oleh pengurus dicek di bak penampungnya masih cukup," kata Bambang.

Sementara untuk pasokan air sektor pertanian, BPBD memastikan pasokan di wilayah Sleman Barat masih tergolong aman terkendali. Tidak ada penutupan total pada jaringan Selokan Mataram maupun Van der Wijck, melainkan hanya pengurangan debit air dari Bendungan Karangtalun berdasarkan pengaturan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO).

"Sehingga tidak ada lahan pertanian yang terkena dampak El Nino," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
HUT Ke-81 RI Bakal Dikawal Ketat, Paspampres Turunkan 1.147 Personel dan Alutsista Canggih
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Begini Awal Mula Video Promosi Alkohol Newport pakai Hafalan Ayat Al-Quran jadi Viral di Medsos
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Hampir 5.000 Rumah Rusak Imbas Gempa Kolombia M 7,4
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
15 Ucapan HUT RI ke-81 yang Penuh Semangat yang Cocok untuk Jadi Caption di Status WhatsApp
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
BMKG Prediksi Hujan Sepekan 11-17 Agustus 2026, Waspada Hujan Sedang dan Angin Kencang
• 17 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.