Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperketat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur.
Dari total 34 titik api yang sempat membakar kawasan tersebut, kini tersisa dua titik api utama. BNPB menargetkan seluruh titik api tersebut dapat dipadamkan sepenuhnya pada Jumat (14/8/2026).
Advertisement
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan target tersebut disampaikan saat meninjau langsung lokasi terdampak di Kabupaten Probolinggo bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.
"Dari total 34 titik api, saat ini tersisa dua titik yang masih menyala. Kami berupaya keras agar dua titik api ini selesai dipadamkan pada Jumat mendatang," ujar Suharyanto, Rabu (12/8/2026).
Untuk mempercepat penanganan, tiga unit helikopter water bombing dikerahkan di kawasan Bromo.
Jika dua titik api berhasil dipadamkan sesuai target, dua helikopter akan dialihkan untuk menangani karhutla di wilayah lain yang membutuhkan. Sementara itu, satu unit tetap disiagakan di Bromo hingga situasi benar-benar kondusif.
Operasi pemadaman di kawasan TNBTS menghadapi sejumlah hambatan teknis dan kondisi alam. Salah satunya, titik api yang tersisa berada di tebing curam dengan kemiringan ekstrem mencapai 80 derajat.
Kondisi tersebut menyulitkan tim satgas darat untuk mendekati titik api karena menyangkut keselamatan petugas.
Selain medan yang terjal, pasokan air di sekitar savana TNBTS juga sangat minim. Tim water bombing harus mengambil air dari Ranu Pani di Kabupaten Lumajang, sehingga membutuhkan waktu tempuh yang cukup signifikan.
"Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum bisa maksimal dilakukan karena minimnya potensi awan hujan berdasarkan data BMKG," tambahnya.




