Kemenkes Diminta Lindungi Kesehatan Warga dari Dampak Karhutla

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melindungi masyarakat dari dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Dampak kesehatan akibat adanya karhutla ini tidak bisa dianggap enteng. Pemerintah harus segera melakukan berbagai upaya antisipatif untuk melindungi masyarakat yang terkena dampak karhutla," kata Neng Eem, dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).

Ia mengingatkan sejumlah dampak akibat paparan asap karhutla yang dapat memicu sejumlah penyakit seperti iritasi mata, hidung, tenggorokan, dan kulit, gangguan saluran pernapasan, hingga ISPA.

Selain itu, dampak asap karhutla juga dinilai memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit paru kronis.

Baca juga: Kemarau Datang, Karhutla Kembali Mengancam, Apa yang Harus Dilakukan?

Ia juga menyoroti dampak bagi paru-paru apabila partikel yang terkandung di asap karhutla masuk jauh ke dalam paru-paru.

"Dampaknya bukan hanya batuk atau sesak napas, tetapi juga bisa memperburuk penyakit pernapasan dan dalam kondisi tertentu berdampak terhadap kesehatan jantung dan organ tubuh lainnya," ujar dia.

Melihat bahaya tersebut, politikus PKB itu meminta pemerintah memprioritaskan kelompok rentan, khususnya bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan dan kardiovaskular.

Baca juga: Prabowo Minta Karhutla Segera Ditangani, Pemerintah Pusat Janji Dukung Penuh

Ia juga mendorong adanya langkah antisipatif dengan membagi masker gratis kepada warga di sekitar lokasi terjadinya Karhutla.

"Langkah antisipatif harus dilakukan. Persediaan masker harus segera dipastikan tersedia dan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Layanan kesehatan juga harus disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan keluhan akibat paparan asap," ucap dia.

Ia meminta Kemenkes bersama pemerintah daerah dapat memastikan puskesmas dan rumah sakit di wilayah terdampak dalam kondisi siaga, termasuk ketersediaan obat-obatan, oksigen, tenaga medis, dan sistem rujukan.

Baca juga: Pemerintah Diminta Cepat dan Terukur Tangani Karhutla, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Selain soal kesehatan, Neng Eem juga mendorong pemantauan kualitas udara secara berkala, penyampaian informasi terbuka kepada masyarakat, serta edukasi mengenai cara mengurangi paparan asap, seperti membatasi aktivitas luar ruangan dan menggunakan pelindung pernapasan yang sesuai.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia juga meminta koordinasi lintas sektor diperkuat.

"Perlindungan kesehatan masyarakat tidak bisa hanya dibebankan kepada Kementerian Kesehatan, tetapi harus melibatkan pemerintah daerah, BNPB, BMKG, kementerian terkait, hingga aparat di lapangan," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rekomendasi Lagu Judika yang Wajib Masuk Playlist, dari Bukan Rayuan Gombal hingga Jikalau Kau Cinta
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Media Malaysia Soroti Asap Karhutla di Kalimantan Terbawa ke Sarawak
• 4 jam laludetik.com
thumb
Gunung Semeru Erupsi Delapan Kali, Kolom Letusan Mencapai 800 Meter di Atas Puncak
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Saat Jalan Tol Disiapkan Jadi Landasan Darurat Jet Tempur
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Sidang Kuota Haji: Gus Yaqut, Hakim, dan Jaksa Teken Pakta Integritas
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.