Trump Diam-diam Pindah Pesawat di Turki, Hindari Ancaman Iran

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan diam-diam dipindahkan dari pesawat Air Force One ke pesawat militer lain saat berada di Turki bulan lalu. Operasi rahasia tersebut dilakukan setelah muncul ancaman pembunuhan terhadap Trump yang disebut berasal dari Iran.

Menurut laporan Washington Post pada Senin (11/8), Trump awalnya dijadwalkan terbang dari Turki ke Inggris menggunakan Air Force One setelah menghadiri KTT NATO di Ankara.

Namun, sesaat setelah menaiki Air Force One, Trump diam-diam keluar melalui kendaraan pengangkut katering. Ia kemudian dipindahkan ke pesawat C-32A milik Angkatan Udara AS untuk melanjutkan penerbangan menuju Inggris.

New York Times juga melaporkan kejadian serupa dengan mengutip sejumlah pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Operasi tersebut disebut dilakukan untuk mengelabui pihak yang berpotensi mengancam keselamatan Trump. Air Force One yang ditumpangi Trump sebelumnya di depan kamera justru digunakan sebagai pesawat pengalih.

Para wartawan yang berada di pesawat tersebut bahkan tidak mengetahui bahwa Trump telah meninggalkan pesawat. Mereka sempat diminta menutup tirai jendela di kabin pers selama penerbangan.

Ketika ditanya wartawan mengenai alasan tirai harus ditutup, Trump sempat mengatakan mereka mungkin sedang berada dalam penerbangan yang berbahaya.

"Tapi kalau saya pergi, kalian ikut, kan?" ujar Trump kepada wartawan.

Operasi Pengelabuan

Trump sebelumnya menaiki Air Force One lama di Ankara di hadapan wartawan. Setelah itu, ia diam-diam dipindahkan menggunakan kendaraan katering menuju pesawat C-32A yang lebih kecil.

Pesawat tersebut kemudian membawa Trump ke Inggris dan tiba sekitar pukul 22.20 waktu setempat. Air Force One lama yang membawa rombongan media tiba beberapa menit kemudian.

Belum diketahui secara pasti bagaimana Trump kembali dipindahkan dari C-32A ke Air Force One lama setelah tiba di Inggris.

Rombongan wartawan yang mengikuti perjalanan Trump melaporkan bahwa Trump kemudian turun dari tangga Air Force One lama sekitar pukul 22.56. Ia sempat memberi isyarat dua jari kepada wartawan sebelum menemui sejumlah personel militer AS.

Laporan tersebut menyebut operasi pengelabuan dilakukan setelah adanya ancaman yang dinilai kredibel terhadap keselamatan Trump.

Operasi serupa pernah dilakukan pada 2000 ketika Presiden AS Bill Clinton menggunakan pesawat eksekutif tanpa tanda khusus untuk melakukan penerbangan ke Pakistan. Sementara itu, pesawat resmi Air Force One digunakan sebagai pengalih.

Gedung Putih: Banyak Musuh Incar Trump

Gedung Putih tidak secara langsung mengonfirmasi detail pemindahan Trump dari Air Force One ke C-32A.

Namun, Direktur Komunikasi Gedung Putih Steve Cheung mengatakan pesawat Boeing 747 yang diberikan Qatar kepada AS telah dilengkapi sistem keamanan tingkat tinggi untuk melindungi Trump dan stafnya.

"Seperti yang telah dikatakan Presiden baru-baru ini, ada banyak musuh Amerika yang mengincarnya, dan kami menggunakan setiap alat yang tersedia untuk menghadapi ancaman tersebut," kata Cheung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jaksa Agung Minta BGN Evaluasi Usai Kasus Tata Kelola MBG: Jangan Terjadi Lagi
• 19 jam laludetik.com
thumb
Kuasa Hukum Eks Menag Yaqut Respons Dakwaan Jaksa: Tidak Ada Niat Jahat Manfaatkan Kuota Tambahan
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Gus Rozin Akan Kembalikan Marwah NU dan Perkuat hingga Pelosok
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Jambore Nasional Pramuka 2026 Dimulai Besok, Ini Tema dan Logonya
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Pemadaman Kebakaran Gunung Bromo Terkendala Medan Ekstrem dan Angin Kencang
• 17 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.