Jelang Latihan Militer AS-Korsel, Korut Luncurkan Rudal ke Laut Jepang

detik.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Korea Utara meluncurkan rudal balistik dari lepas pantai timurnya ke arah Laut Jepang pada Rabu (12/8) dini hari. Peluncuran rudal balistik itu dilakukan beberapa hari sebelum dimulainya latihan militer gabungan berskala besar antara Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Latihan selama 11 hari yang dijadwalkan mulai Senin mendatang merupakan agenda rutin musim panas. Latihan itu dirancang untuk memperkuat kesiapan pertahanan Amerika Serikat dan Korea Selatan dalam menghadapi Korea Utara yang memiliki senjata nuklir.

Namun, Korut menganggap latihan tersebut sebagai persiapan invasi. Pada masa lalu, Korut kerap merespons dengan meluncurkan rudal, baik sebelum maupun sesudah latihan berlangsung.

"Militer kami mendeteksi peluncuran rudal balistik oleh Korea Utara dari wilayah Wonsan ke arah Laut Timur sekitar pukul 06.00 pagi (pukul 21.00 GMT hari Selasa)," demikian pernyataan Kepala Staf Gabungan Seoul kepada wartawan, dilansir AFP, Rabu (12/8/2026).

Baca juga: Zelensky Tuduh Rusia Pakai Rudal Korut dalam Serangan ke Ukraina

Rudal tersebut terbang lebih dari 700 kilometer (435 mil) melintasi perairan yang juga dikenal sebagai Laut Jepang. Pihak Korsel dan AS saat ini sedang menganalisis spesifikasi rudal tersebut.

Lebih lanjut, Kementerian Pertahanan Jepang juga menyebut objek itu sebagai dugaan rudal balistik. Mereka menambahkan rudal itu diperkirakan "sudah jatuh", tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

"Korea Utara tidak pernah membiarkan latihan militer gabungan Korea Selatan-AS berlalu begitu saja tanpa tanggapan," ujar pakar Korea Utara dari Universitas Kyungnam, Lim Eul-chul, kepada AFP.

Baca juga: Korea Utara Tembakkan Proyektil Diduga Rudal Balistik, Jatuh ke Lautan

"Ini adalah pesan bahwa Pyongyang memantau dengan cermat latihan mendatang dan dapat melakukan provokasi jika dianggap perlu," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi menyebut peluncuran rudal tersebut sebagai ancaman terhadap perdamaian dan keamanan kawasan. Ia menyatakan bahwa Tokyo telah "menyampaikan protest keras" kepada Korea Utara melalui saluran diplomatik di Beijing.




(yld/isa)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PIHPS: Harga cabai rawit Rp61.350/kg, telur ayam Rp29.450/kg
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Dorong Digitalisasi Daerah, BI Hadirkan Layanan Samsat dan Mall Siap QRIS Tap di Palu
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Rupiah Menguat ke Rp17.848 per Dolar AS, Pasar Soroti Pencalonan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI dan Tinjauan MSCI
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Bencic mundur dari perempat final WTA 1000 Toronto, Gauff ke semifinal
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Eks Bos GoTo Bantah Nadiem Makarim Berstatus Pemilik Manfaat GoTo
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.