Elevasi Muka Air pada Waduk Bili-bili saat ini 90,93 Mdpl, Masih Aman Hadapi Kemarau

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, GOWA — Kondisi Bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa masih aman menghadapi musim kemarau 2026. Elevasi muka air bendungan saat ini adalah 90,93 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kepala Unit Pengelola Bendungan (UPB) Bili-Bili, Abd Razak, mengatakan elevasi tersebut masih jauh dari kondisi yang dikategorikan sebagai kekeringan.

Elevasi normal Bendungan Bili-Bili berada pada 99,5 mdpl. Sementara elevasi dan tampungan waduk bili-bili saat ini masih surplus (diatas) elevasi rencana tahunan operasi waduk bili-bili.

“Kalau kondisi di Bili-Bili itu masih aman, Pak. Alurnya masih sesuai dengan rencana elevasi yang kami buat di awal tahun. Karena memang dengan prediksi musim yang ada sekarang itu kan kita sudah antisipasi penanganannya seperti apa. Nah, kalau Bendungan Bili-Bili memang sampai saat ini itu masih aman,” kata Abd Razak, Selasa, 11 Agustus 2026.

Dia menjelaskan, penurunan elevasi mungkin terjadi selama musim kemarau. Sebab, debit air yang masuk ke waduk dari wilayah hulu tidak sama dengan kondisi saat musim hujan.

Namun, kondisi elevasi Bendungan Bili-Bili saat ini masih stabil dan dalam batas aman.

“Kalau kondisi elevasi dia tetap stabil dan saat ini kita jaga saja. Adapun walaupun ada penurunan itu sedikit, karena air yang masuk dari hulu kan memang tidak sama waktu dia musim hujan yang masuk ke bendungan. Tapi, kita lihat kondisinya sekarang masih aman dan masih diatas elevasi kekeringan,” ujarnya.

Abd Razak mengatakan kondisi tersebut juga membuat wilayah irigasi yang layanannya mendapat suplai dari Bendungan Bili-Bili masih aman.

Hingga saat ini, belum ada laporan terkait kekeringan pada wilayah layanan irigasi Bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa. Sistem layanan tersebut juga mendapat dukungan dari Bendung Bissua dan Bendung Kampili.

“Kalau terkait irigasi di wilayah yang layanan Bendungan Bili-Bili ini alhamdulillah sampai sekarang aman. Nggak ada berita maupun laporan kekeringan” katanya.

Menghadapi musim kemarau yang menurut perkiraan BMKG akan terjadi lebih panjang dan lebih kering dari tahun sebelumnya, BBWS Pompengan Jeneberang juga meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan pemantauan di sejumlah wilayah.

Petugas OP dan tim satgas bencana yang tersebar di beberapa kabupaten diminta aktif mencari informasi terkait kejadian kekeringan dan kebutuhan air di lapangan.

Abd Razak mengatakan langkah tersebut dilakukan karena prediksi musim kemarau tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Musim kemarau diperkirakan berlangsung lebih lama, dengan kondisi yang lebih kering dan panas.

“Kalau kami langkah selanjutnya itu dengan mempersiapkan alat-alat kami yang terkait dengan kebutuhan penanganan bencana, standby terus tim posko 24 jam. Terus ada pompa air, mobil tangki dan excavator. Jadi sewaktu-waktu kalau ada daerah yang membutuhkan, kami siap memobilisasi alat-alat kami,” jelasnya.

Selain potensi kekeringan untuk kebutuhan irigasi, BBWS juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya krisis air baku dan air bersih.

Terkait untuk penanganan dari krisis air bersih ini, BBWS Pompengan Jeneberang melakukan koordinasi dan sinergi dengan BPBPK (Cipta Karya). Jika terdapat indikasi dan laporan mengenai krisis air bersih, maka akan dilakukan penanganan secara bersama.

“Nah, terkait dengan krisis air baku dan krisis air bersih itu, kita kan koordinasi dengan Cipta Karya yang ada di Prov. Sulawesi Selatan. Nanti kalau memang ada indikasi-indikasi krisis air bersih, itu kami berkoordinasi terus nanti penanganannya bersama,” pungkasnya. (an)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
HUT ke-81 RI, KAI Pasang Livery Merah Putih di KA Pandalungan hingga Gajayana
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
YPHP-PELNI-Pelindo Buka Jalur Pendidikan hingga Tuntas bagi Anak-Anak Papua
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Unit Baru Girls Generation HyoRiSoo akan Rilis Single Debut Tahun Ini
• 12 menit lalubeautynesia.id
thumb
Witan Sulaeman Mode Bengal? Anak Emas STY di Persija Jakarta Bikin Tato Macan di Tubuhnya
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Askrindo Kantongi Rating Kredit idAA+ dari Pefindo
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.