Wabah Ebola di Kongo Tewaskan Lebih dari 2.000 Orang: Wabah Menyebar Cepat, Fatalitas 45,9 Persen

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Tenaga kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) memakamkan jenazah pasien ebola di Bunia, Provinsi Ituri, Kongo, Selasa (11/8/2026). (Sumber: Dieudonne Dirole/Associated Press)

KINSHASA, KOMPAS.TV - Wabah ebola di Kongo dilaporkan telah menewaskan lebih dari 2.000 orang sejak dideklarasikan pada Mei 2026 lalu. Peristiwa ini menjadi wabah ebola dengan tingkat penyebaran tercepat yang pernah tercatat

Menurut data pemerintah Kongo per Selasa (11/8/2026) malam waktu setempat, wabah ebola telah menewaskan 2.011 orang. Sedangkan kasus terkonfirmasi mencapai 4.381.

Tingkat penularan wabah ebola di Kongo pada 2026 tercatat lebih cepat dibanding wabah ebola di kawasan Afrika Barat pada 2014-2016.

Wabah pada 2014-2016 menimbulkan lebih dari 11.000 korban tewas dari sekitar 28.000 kasus terkonfimasi. Namun, tingkat fatalitas wabah ebola di Kongo pada 2026 mencapai 45,9 persen atau lebih dari 39,6 persen pada 2014-2016.

Baca Juga: WHO Akui Penyebaran Ebola di Kongo Lebih Cepat dari Respons Wabah, Terhambat Nakes Mogok Kerja

Selain itu, meskipun jumlah 1.000 kematian baru tercatat sekitar sembilan pekan sejak wabah, tingkat kematian naik dua kali lipat tiga pekan setelahnya dan mencapai lebih dari 2.000 jiwa.

Dokter di Ituri, wilayah terdampak wabah ebola, dr. Jean-Marie Akandabo menyatakan kenaikan angka kematian ini "mengkhawatirkan."

Jean-Marie Akandabo menyatakan penanganan wabah yang semakin ganas terhambat keterbatasan fasilitas kesehatan dan manajemen yang kurang baik.

Akses ke daerah terdampak ebola di Kongo juga terhambat infrastruktur tidak memadai dan konflik bersenjata. Sebagian tenaga kesehatan pun melakukan aksi mogok kerja karena tidak dibayar pemerintah sejak penanganan wabah.

"Kita tidak boleh menganggap enteng penyakit ini, karena ini terus membunuh dan tidak ada siapa pun yang aman," kata Akandabo dikutip Associated Press.

Wabah ebola di Kongo saat ini diketahui disebabkan virus Bundibugyo yang cukup langka dibanding varian ebola lain. Belum ada vaksin atau pengobatan untuk jenis virus tersebut.

Baca Juga: Pemerintah Diminta Siaga Wabah Ebola di Kongo, RUKKI: Ada Risiko Berkembang Jadi Krisis Global

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV

Tag
  • ebola
  • wabah ebola kongo
  • tingkat fatalitas ebola
  • kongo
  • ebola 2000 tewas
  • wabah ebola 2026
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pembalap Drag Race Maut Kotamobagu Berpotensi Jadi Tersangka, 8 Orang Tewas
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Ada Diskon Tiket Kereta Api 17 Persen Saat HUT ke-81 RI, Simak Cara Dapatnya
• 16 jam lalukompas.com
thumb
HUT ke-81 RI, Pelindo Beri Layanan Kesehatan Gratis untuk 200 Warga Rentan di Makassar
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Abel Tesfaye Batal Pensiunkan Nama Panggung The Weeknd
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Mahasiswa Riset SPPG, Dampak ke UMKM dan Ekonomi Lokal Dikaji
• 6 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.