Rata-rata aliran minyak yang keluar dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz telah meningkat menjadi sembilan juta barel per hari.
IDXChannel - Menteri Energi Amerika Serikat (AS) Chris Wright mengatakan bahwa rata-rata aliran minyak yang keluar dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz telah meningkat menjadi sembilan juta barel per hari.
Jika ditambah dengan aliran minyak yang keluar dari Teluk Persia melalui jaringan pipa, angkanya mencapai sekitar 15 juta barel per hari.
Dilansir dari Anadolu Agency pada Selasa (12/8/2026), Wright mengatakan bahwa pencapaian itu berkat operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz oleh militer AS.
“Berkat upaya terkoordinasi militer AS dan sekutu-sekutu Teluk kami, rata-rata tujuh hari untuk minyak yang keluar dari Selat Hormuz saat ini mencapai hampir 9 juta barel per hari,” tulisnya di platform media sosial AS X.
“Jika digabungkan dengan tambahan 5-7 juta barel per hari yang keluar dari wilayah tersebut melalui jalur pipa, total aliran minyak saat ini rata-rata sekitar 15 juta barel per hari," katanya.
Wright juga mengungkapkan bahwa lebih dari 20 juta barel minyak meninggalkan wilayah Teluk Persia pada Minggu, di atas rata-rata sebelum perang.
Washington dan Tel Aviv menyerang Iran pada akhir Februari dengan serangan terkoordinasi, memicu perang yang luas dan penutupan Selat Hormuz.
AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada 17 Juni dan memulai negosiasi menuju kesepakatan akhir. Namun, pembicaraan tersebut terhenti karena perbedaan pendapat tentang kebebasan navigasi melalui selat tersebut. (Wahyu Dwi Anggoro)





