PKL dan Bangli di Kiaracondong Ditertibkan, 800 Kios Disiapkan untuk Relokasi Pedagang

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Bandung, VIVA – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Bandung menertibkan bangunan liar (bangli) dan pedagang kaki lima (PKL) di ruang milik jalan (rumija) kawasan Kiaracondong, Kota Bandung, Senin (10/8/2026).

Penertiban dilakukan mulai dari perempatan Cicadas hingga kawasan Puskesmas Kiaracondong. Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman mengatakan, langkah tersebut merupakan penugasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mengembalikan fungsi ruang milik jalan dan trotoar sesuai peruntukannya.

Baca Juga :
PKL di Kudus Diperas Oknum Ormas Puluhan Juta, Diancam Pakai UU ITE
Pramono Mau Trotoar Bebas PKL dan Tak Ada Bendera Partai di Flyover Jakarta

“Rumija, ruang milik jalan harus dikembalikan ke fungsinya. Jalan untuk transportasi, kemudian trotoar untuk pejalan kaki,” ujar Herman usai menggelar Apel Gabungan Pembongkaran Bangli di Kiaracondong, Kota Bandung, dikutip, Rabu, 12 Agustus 2026.

Herman menegaskan, penertiban dilakukan dengan pendekatan yang tegas namun tetap humanis. Hal tersebut dilakukan karena aktivitas perdagangan di bahu jalan dan trotoar selama ini menjadi sumber penghidupan bagi sebagian masyarakat.

“Tentu ada dampak, salah satunya bagaimana nasib saudara-saudara kita yang berjualan, yang selama ini berjualannya di bahu jalan, berjualannya di trotoar. Hari ini kita tertibkan,” katanya.

Menurut Herman, Pemkot Bandung dengan dukungan Pemprov Jabar telah menyiapkan solusi bagi para pedagang terdampak. Salah satunya melalui penyediaan tempat berjualan di kawasan Pasar Bandung Trade Mall (BTM).

Di lokasi tersebut tersedia sekitar 800 kios yang dapat dimanfaatkan untuk menampung pedagang yang ditertibkan. Sementara berdasarkan pendataan, jumlah pedagang yang akan ditertibkan di kawasan Kiaracondong sekitar 150 orang.

“Di Pasar BTM ada 800 ruang untuk 800 para pedagang. Yang kita tertibkan 100-an lebih. Jadi, bukan tanpa solusi, kami siapkan solusinya,” ujar Herman.

Herman mengatakan, lokasi kios di Pasar BTM memang berada di bagian belakang kawasan pasar. Karena itu, pemerintah akan berupaya meningkatkan daya tarik lokasi tersebut agar para pedagang tetap memiliki peluang usaha dan mudah dijangkau masyarakat.

“Kita sedang ikhtiar dulu, bebenah dulu kios-kiosnya. Walaupun di belakang harus ada daya tarik, sehingga masyarakat, pengunjung bisa datang ke belakang,” katanya.

Untuk mendorong proses perpindahan pedagang, Herman menyebut penggunaan kios tersebut akan diberikan secara gratis terlebih dahulu selama tiga bulan. Masa tersebut dapat disesuaikan melalui pembicaraan dengan Pemerintah Kota Bandung, dengan tujuan memberikan kesempatan kepada pedagang untuk kembali mengembangkan usahanya.

Baca Juga :
Penampakan Preman Anggota Ormas yang Ancam Kepala Sekuriti Pasar Induk Kramatjati
Preman Anggota Ormas yang Ancam Kepala Sekuriti Pasar Induk Kramatjati Ditangkap Polisi
Mencengangkan! Segini Kerugian PKL di Jakbar yang 'Dipalak' Oknum Ormas FBR dan Grib Jaya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kalimat yang Tak Akan Diucapkan Orang dengan Pola Pikir Tinggi saat Mengobrol Menurut Psikolog
• 22 jam lalubeautynesia.id
thumb
Trump Balik Ultimatum Iran! Tuntut Ganti Rugi, Ekonomi Teheran Kini Jadi Sasaran 
• 22 jam laluerabaru.net
thumb
30 Jam Terjebak Teruntuhan, Wanita Korban Gempa Kolombia Selamat
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Gubernur Banten Dukung Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan, Ini Pesannya
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Tinggalkan JYP Setelah 11 Tahun Bersama, Jeongyeon TWICE Susul sang Kakak dengan Gabung VARO Entertainment
• 11 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.