Antisipasi Gangguan di Tempat Wisata, Polda Jatim Temukan Sejumlah Titik yang Perlu Dibenahi

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Surabaya, tvOnenews.com – Kepolisian Daerah Jawa Timur meningkatkan pengawasan terhadap keamanan sejumlah destinasi wisata di wilayahnya. Upaya tersebut dilakukan melalui pemetaan potensi kerawanan dan penilaian risiko (risk assessment) di berbagai kawasan wisata yang menjadi tujuan masyarakat.

Kegiatan yang dilakukan Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Jatim ini tidak hanya menyasar potensi gangguan keamanan, tetapi juga aspek keselamatan pengunjung selama berada di kawasan wisata.

Kasubdit VIP Ditpamobvit Polda Jatim sekaligus Ketua Tim Risk Assessment, AKBP Mohammad Sinwan, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui berbagai potensi risiko yang terdapat di setiap destinasi.

Menurutnya, hasil pemeriksaan kemudian disampaikan kepada pengelola dalam bentuk rekomendasi yang dapat langsung ditindaklanjuti.

“Produk yang kami buat dikemas dalam bentuk saran dan rekomendasi konkret kepada pihak pengelola,” kata AKBP Sinwan Selasa (11/8). 

Sejumlah objek wisata yang telah menjadi sasaran pemeriksaan diantaranya Bee Jay Bakau Resort Probolinggo, Pantai Utama Raya Situbondo, serta beberapa destinasi di Banyuwangi, Bondowoso, Magetan dan sejumlah daerah lainnya.

Dari hasil pemeriksaan lapangan, tim menemukan beberapa aspek yang dinilai masih membutuhkan pembenahan. Hal tersebut terutama berkaitan dengan fasilitas keselamatan, pengaturan kawasan dan mekanisme pengawasan terhadap wisatawan.

“Ada beberapa lokasi wisata yang perlu diperbaiki untuk keselamatan pengunjung dan sudah kami imbau kepada pihak pengelola,” ujarnya.

Salah satu persoalan yang ditemukan berada pada pengelolaan area parkir. Penataan kendaraan yang belum maksimal dinilai dapat mengganggu akses keluar-masuk kawasan, termasuk berpotensi menghambat jalur yang seharusnya digunakan untuk evakuasi ketika terjadi keadaan darurat.

“Ada penataan kantong parkir yang belum rapi dan berpotensi memicu kemacetan di jalur evakuasi atau akses utama,” ungkap Sinwan.

Selain itu, aspek pengawasan melalui kamera pemantau juga menjadi perhatian. Pengelola sejumlah destinasi direkomendasikan menambah maupun mengoptimalkan CCTV, terutama di area yang belum terjangkau kamera atau masih terdapat blind spot.

Keberadaan kamera tersebut dinilai penting untuk membantu petugas memantau aktivitas wisatawan sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi insiden.

Polda Jatim juga memberikan perhatian terhadap destinasi wisata yang berada di kawasan dengan karakteristik geografis dan jalur transportasi yang memiliki risiko tinggi. Sejumlah wilayah yang telah masuk dalam pemetaan antara lain kawasan Gunung Semeru, Gunung Bromo, Pacet Mojokerto dan Malang Raya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dirut ILeague Pastikan Laga Persija Vs Persib pada 12 September 2026 Bisa Digelar di Jakarta dan Dengan Penonton
• 17 jam lalubola.com
thumb
Respons Wacana OJK Hapus KBMI 1, BCA Syariah Matangkan Strategi Naik Kelas
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemadaman Api di Pabrik Bingkai Duren Sawit Jaktim Terkendala Pasokan Air
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
HUT Ke-81 RI Bakal Dikawal Ketat, Paspampres Turunkan 1.147 Personel dan Alutsista Canggih
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Peringatan Dini BMKG: 12-13 Agustus Ada Hujan dan Angin Kencang di Wilayah Ini
• 2 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.