Proses pemulihan tubuh tidak selalu berjalan sesuai harapan. Meski sudah mengonsumsi obat sesuai resep, beristirahat cukup, dan menjaga asupan makanan, sebagian orang masih merasakan luka yang sulit sembuh, stamina yang belum kembali, atau tubuh yang terasa belum pulih sepenuhnya.
Dalam kondisi tersebut, tubuh dapat membutuhkan dukungan oksigen yang cukup, terutama pada jaringan yang mengalami kekurangan oksigen. Salah satu pilihan terapi yang semakin banyak digunakan adalah Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT).
Apa Itu Hyperbaric Oxygen Therapy?HBOT merupakan terapi medis ketika pasien menghirup oksigen murni di dalam ruangan bertekanan tinggi, jauh di atas tekanan atmosfer normal. Sesi terapi berlangsung selama 60–90 menit di dalam hyperbaric chamber khusus untuk satu orang, sehingga prosesnya berlangsung secara terkontrol dan privat.
Pada tekanan tinggi, jumlah oksigen yang terlarut dalam plasma darah meningkat secara signifikan. Berbeda dengan kondisi normal ketika sebagian besar oksigen diangkut oleh hemoglobin dalam sel darah merah, oksigen yang terlarut tersebut dapat berdifusi lebih jauh ke berbagai jaringan tubuh.
Menurut dr. Ravenska Theodora, kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang membedakan HBOT dengan terapi oksigen biasa. Dengan tekanan yang lebih tinggi, oksigen dapat menjangkau area jaringan yang mengalami hipoksia atau kekurangan oksigen, yang dapat menjadi salah satu alasan proses penyembuhan berjalan lebih lambat.
Mengapa Oksigen Penting dalam Proses Pemulihan?Tubuh membutuhkan oksigen dalam berbagai proses regenerasi. Sel-sel yang mengalami kerusakan membutuhkan oksigen untuk memperbaiki diri, sementara jaringan yang mengalami peradangan juga membutuhkan oksigen dalam proses responsnya.
Ketersediaan oksigen turut berperan dalam pembentukan pembuluh darah baru selama proses penyembuhan atau angiogenesis. Ketika suplai oksigen ke jaringan yang sedang dalam proses pemulihan tidak mencukupi, rangkaian proses tersebut dapat berjalan lebih lambat.
Dr. Ravenska menjelaskan bahwa kekurangan oksigen di tingkat jaringan terkadang tidak disadari. Kondisi tersebut dapat ditemukan pada pasien yang mengalami pemulihan lambat setelah prosedur medis, cedera, maupun sakit.
“Banyak pasien yang datang dengan keluhan pemulihan yang lambat — baik setelah prosedur medis, cedera, maupun sakit — tanpa menyadari bahwa jaringan mereka sebenarnya sedang kekurangan oksigen di level seluler. HBOT membantu mengatasi hambatan itu,” ujar dr. Ravenska.
Siapa yang Dapat Mempertimbangkan HBOT?HBOT disebut tidak eksklusif untuk satu kondisi tertentu. Terapi ini bekerja dengan meningkatkan oksigenasi jaringan tubuh secara menyeluruh sehingga relevansinya dapat mencakup berbagai kondisi dan kebutuhan.
Bagi mereka yang sedang menjalani masa pemulihan setelah sakit atau prosedur medis dan merasa proses penyembuhannya lebih lambat dari yang diharapkan, HBOT dapat menjadi terapi pendukung untuk membantu proses regenerasi jaringan.
Terapi ini juga disebut relevan bagi mereka yang mengalami kelelahan kronis, brain fog, atau penurunan stamina yang tidak memiliki penjelasan medis yang jelas. Peningkatan oksigenasi ke otak dan sistem saraf yang ditawarkan HBOT dinilai dapat membantu kualitas fungsi kognitif dan energi harian.
Sementara bagi mereka yang aktif secara fisik dan ingin memaksimalkan recovery setelah latihan atau kompetisi, HBOT dapat menjadi bagian dari protokol pemulihan atlet profesional. Terapi tersebut kini juga tersedia dengan standar yang sama di Seraphim Medical Center.
Meski demikian, dr. Ravenska menegaskan bahwa evaluasi medis tetap menjadi langkah penting sebelum seseorang memutuskan menjalani HBOT. Terapi ini memiliki indikasi dan kontraindikasi yang perlu dinilai secara individual.
“Terapi ini memiliki indikasi dan kontraindikasi yang harus dinilai secara individual. Hasilnya bisa sangat signifikan ketika diberikan kepada pasien yang tepat, dengan panduan klinis yang benar,” tegasnya.
Tak Hanya Soal PemulihanHBOT tidak hanya dipandang sebagai upaya untuk membantu proses pemulihan dari kondisi yang sudah ada. Pendekatan ini juga menyoroti pentingnya suplai oksigen yang optimal bagi tubuh agar dapat menjalankan berbagai fungsi secara optimal.
Bagi mereka yang telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga kesehatan tetapi masih merasa tubuh belum benar-benar pulih, evaluasi medis dapat membantu menentukan pendekatan yang sesuai, termasuk apakah HBOT relevan dengan kondisi yang dialami.
Dr. Ravenska Theodora dan tim Seraphim Medical Center menyediakan evaluasi untuk membantu menentukan apakah HBOT merupakan pilihan yang tepat bagi kondisi pasien.
Mengenal Seraphim Medical CenterSeraphim Medical Center merupakan salah satu unit bisnis di bawah Bethsaida Healthcare yang berlokasi di Paramount Gading Serpong. Fasilitas ini menghadirkan sejumlah layanan, termasuk Hyperbaric Oxygen Therapy, Venus Versa, INDIBA, Endymed, Cryo Chamber Therapy, Transcranial Pulse Stimulation (TPS), PicoWay Laser, Fotona Laser, serta berbagai pilihan terapi IV Drip.
Seraphim Medical Center mengadopsi pendekatan functional medicine yang berfokus pada identifikasi dan penanganan akar permasalahan kesehatan, bukan sekadar mengelola gejala. Layanannya dirancang dengan pendekatan yang dipersonalisasi untuk mendukung fungsi tubuh, pemulihan, dan kualitas hidup.
Seraphim Medical Center memiliki tiga pusat keunggulan yang terintegrasi, yakni Wellness Center, Beauty & Aesthetic Center, serta Sports & Rehabilitation Center, yang bekerja bersama untuk mendukung gaya hidup sehat secara modern dan holistik.





