Setelah Lebih dari 1 Tahun Disuspensi, Saham TGUK Langsung Jatuh 5 Hari

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Saham PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) justru kembali tertekan setelah perdagangan sahamnya dibuka kembali oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Setelah Lebih dari 1 Tahun Disuspensi, Saham TGUK Langsung Jatuh 5 Hari. (Foto: Teguk)

IDXChannel - Saham PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) justru kembali tertekan setelah perdagangan sahamnya dibuka kembali oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) usai disuspensi sejak 26 Mei 2025.

Berdasarkan data BEI, Rabu (12/8/2026) pukul 11.05 WIB, saham TGUK jatuh 5,49 persen ke Rp86. Saham TGUK diperdagangkan di Papan Pemantauan Khusus atau Full Call Auction (FCA).

Baca Juga:
Right Issue, Asuransi Harta (AHAP) Bongkar Alasan Tetapkan Harga Pelaksanaan Rp50

Penurunan tersebut memperpanjang tren negatif TGUK menjadi lima hari perdagangan berturut-turut sejak kembali diperdagangkan pada 6 Agustus 2026.

Bahkan, empat dari lima sesi tersebut saham TGUK merosot hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) 10 persen yang berlaku di Papan Pemantauan Khusus.

Baca Juga:
ETF Emas Resmi Diluncurkan, Ini Deretan Produk yang Tersedia di Pasar

Pada perdagangan Rabu, nilai transaksi TGUK mencapai Rp2,62 miliar dengan volume 28,80 juta saham.

Saham TGUK juga tercatat memiliki notasi khusus 7, 10, dan 11.

Baca Juga:
Jelang Keputusan MSCI, Mirae Asset Soroti Akses Pasar Saham Indonesia

Notasi 7 menunjukkan bahwa saham memiliki likuiditas rendah, dengan kriteria nilai transaksi rata-rata harian kurang dari Rp5 juta dan volume transaksi rata-rata harian kurang dari 10.000 saham selama tiga bulan terakhir di Pasar Reguler dan/atau Pasar Reguler Periodic Call Auction.

Sementara itu, notasi 10 menunjukkan bahwa efek dikenakan penghentian sementara perdagangan selama lebih dari satu hari bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan.

Kemudian, notasi 11 menunjukkan kondisi lain yang ditetapkan Bursa setelah memperoleh persetujuan atau perintah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kembali Diperdagangkan

Direktur Utama PT Platinum Wahab Nusantara Tbk Agus Suhada menyambut baik keputusan BEI tersebut. Menurutnya, pembukaan kembali perdagangan saham menjadi momentum bagi perseroan untuk terus berfokus pada pengembangan usaha dan peningkatan kinerja.

"Kami menghormati keputusan Bursa dan mengapresiasi proses yang telah berjalan. Ke depan, fokus Perseroan adalah menjalankan strategi bisnis secara konsisten, memperkuat fundamental usaha, serta terus menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan," kata Agus, Rabu (5/8/2026).

Di tengah kembalinya perdagangan saham, TGUK sebelumnya mencatatkan perbaikan kinerja pada semester I-2026.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 Juni 2026, TGUK membukukan penjualan Rp327,35 miliar dan laba bersih Rp2,50 miliar. Capaian tersebut berbalik dari rugi bersih Rp8,44 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perbaikan kinerja tersebut ditopang pengembangan lini usaha baru di bidang perdagangan dan pengolahan daging beku yang mulai dijalankan sejak akhir 2025.

Agus mengatakan perseroan akan memanfaatkan momentum tersebut untuk melanjutkan transformasi bisnis yang telah berjalan.

Fokus pengembangan usaha diarahkan pada peningkatan penetrasi pasar, penguatan jaringan distribusi, serta pengembangan produk bernilai tambah.

"Kami optimistis fondasi bisnis yang telah dibangun akan semakin memperkuat kinerja Perseroan. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami akan terus menjalankan strategi usaha secara disiplin dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang," ujarnya.

Sebelumnya, BEI menghentikan sementara perdagangan saham TGUK melalui Pengumuman Nomor Peng-SPT-00088/BEI.WAS/05-2025 tertanggal 23 Mei 2025.

Setelah lebih dari satu tahun berada dalam status suspensi, Bursa akhirnya mencabut penghentian sementara tersebut sehingga saham TGUK kembali dapat diperdagangkan mulai 6 Agustus 2026. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Krisis Air Tawar Melanda Pulau Ay, Warga Terpaksa Mandi di Laut
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Soal Temuan Uang dan Emas Batangan di Rumah Febrie, Pakar Dorong Pembuktiannya di Pengadilan
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Petaka Baru Datang dari China, Satu Dunia Terancam Jadi Korban
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bukan Karena Sirkuit, MotoGP 2027 Pilih Pantai Ikonik Rio de Janeiro untuk Peluncuran Musim Baru
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Romantisme Keblinger Dekrit Presiden
• 3 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.