JAKARTA, KOMPAS – Kapal Motor Penumpang Putri Yasmin yang berangkat dari Padangbai, Bali ke Lembar, Nusa Tenggara Barat terbakar pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.20 WITA di Perairan Bali. Proses evakuasi masih berlangsung untuk menyelamatkan sekitar 130 orang berada di kapal tersebut.
Dalam siaran Kompas TV, asap gelap membubung tinggi dari KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. Total 130 orang berada di kapal tersebut, terdiri dari 114 penumpang, dan sisanya awak kapal. Sekitar 30 penumpang sudah berhasil dievakuasi dan sudah tiba di Kantor ASDP di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali.
Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengonfirmasi kebakaran yang dialami Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin rute Padangbai, Bali ke Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB). Insiden terjadi pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.20 WITA di Perairan Bali.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa, I Ketut Aries Nakula Mandiana mengemukakan, pihaknya segera mengambil langkah darurat melalui fasilitas Vessel Traffic Services (VTS) dan Stasiun Radio Pantai (SROP). Tujuannya, armada-armada di sekitar kejadian dapat memberi pertolongan.
“Sesaat setelah informasi diterima pada pukul 04.20 WITA, VTS Benoa dan SROP Padangbai langsung memancarkan siaran berita marabahaya (broadcast mayday/peringatan darurat) sebanyak tiga kali kepada kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi untuk memberikan bantuan secepatnya,” ujar Ketut secara tertulis di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Selain pancaran mayday, VTS Benoa berkoordinasi secara intensif dengan VTS Lembar untuk menyampaikan informasi darurat. Pihaknya juga menghubungi Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Denpasar yang langsung merespons cepat. Unit RIB atau kapal karet Nusa Penida dikerahkan ke titik lokasi kejadian.
Dari sisi wilayah Lembar, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Lembar, Syamsurizal juga merespons insiden ini secara responsif dan terukur. Koordinasi lintas instansi langsung diaktifkan guna memastikan keselamatan para penumpang serta kru kapal.
“Kami di KSOP Lembar bersama tim di lapangan, termasuk koordinasi bersama SAR NTB mengambil langkah tanggap darurat untuk mendukung evakuasi dari sisi wilayah Lembar. Sinergi antar-unsur maritim menjadi prioritas utama agar penanganan berjalan lancar dan selamat,” ujar Syamsurizal.
Berdasarkan pantauan, koordinasi dan komunikasi yang terus berjalan melalui SROP Padangbai serta SROP/VTS Lembar, sejumlah kapal di sekitar area kejadian teridentifikasi langsung bergerak menuju lokasi untuk memberi pertolongan pertama. Beberapa di antaranya Kapal Port 2 Link ASDP, KMP Muryati, Motor Tanker (MT) Debby, MT Yello Park.
“Keterlibatan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi merupakan bagian penting dari respons terhadap keadaan darurat dan mendukung upaya pertolongan yang sedang dilakukan,” kata Syamsurizal.
Hingga kini, VTS Benoa, SROP Padangbai, VTS Lembar, serta KSOP Lembar terus memantau ketat secara real-time komunikasi lalu lintas pelayaran. Hal ini dilakukan guna memastikan proses evakuasi serta penanganan KMP Putri Yasmin berjalan aman dan terkendali.
Dirjen Perhubungan Laut akan menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala berdasarkan informasi resmi yang telah terkonfirmasi dari lapangan. Pihaknya mengimbau seluruh operator dan pengguna jasa/masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan pelayaran.
Belum genap dua pekan, kebakaran kapal dialami KMP Mutiara Sentosa II yang mengangkut ratusan penumpang dan puluhan kendaraan di perairan utara Pulau Sapudi, Madura, Jawa Timur. Saat itu, kapal tersebut dalam perjalanan dari Surabaya, Jawa Timur menuju Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
Akibat kecelakaan tersebut, ratusan penumpang menceburkan diri ke laut. Para penyintas terombang-ambing di lautan selama berjam-jam, sebelum akhirnya diselamatkan kapal-kapal yang berlayar di sekitar lokasi kejadian.
Hingga hari ketiga operasi pencarian dan pertolongan pada Selasa (4/8/2026), sebanyak 238 penumpang berhasil dievakuasi dari laut. Dari jumlah itu, 5 orang meninggal dan 233 orang selamat (Kompas.id, 5/8/2026).
Secara terpisah, Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan, sebagai operator Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Lembar, ASDP segera berkoordinasi dengan operator pelayaran, KSOP, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta pemangku kepentingan lain.
Semua pihak dikerahkan guna mendukung proses evakuasi dan penanganan penumpang serta awak kapal terdampak.
“Saat ini, keselamatan dan evakuasi penumpang serta awak kapal menjadi prioritas utama. Proses evakuasi dilakukan dengan kunjungan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian, termasuk KMP Portlink II,” ujar Windy secara tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Berdasarkan informasi sementara, KMP Portlink II berhasil mengevakuasi 35 orang, termasuk 3 bayi dari KMP Yasmin. Menurut informasi tim lapangan, kondisi saat evakuasi berawan, angin berembus dari arah utara sekitar 15 knot dengan tinggi gelombang diperkirakan mencapai 3-4 meter.
Dengan mempertimbangkan keselamatan dari berbagai aspek, proses evakuasi diputuskan dihentikan sementara. KMP Portlink II melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Padangbai.
Dalam penanganan keadaan darurat, ASDP telah mendirikan posko di Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Lembar. Posko ini melibatkan operator pelayanan terkait bersama para pemangku kepentingan.
“Posko tersebut telah disiapkan untuk menerima dan memberi dukungan kepada penumpang yang dievakuasi, termasuk tenaga kesehatan, ambulans, makanan dan minuman, serta kebutuhan dasar dan pendukung lainnya,” tutur Windy.
Penumpang yang berhasil dievakuasi menggunakan KMP Portlink II akan diarahkan menuju Pelabuhan Padangbai guna mendapat penanganan lebih lanjut, sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.
ASDP terus berkoordinasi dan memantau intensif bersama seluruh pihak terkait, termasuk memastikan kesiapan fasilitas dan personel di Pelabuhan Padangbai dan Lembar. Hal ini dilakukan guna mendukung proses evakuasi dan penanganan penumpang terdampak.
ASDP, Windy melanjutkan, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya salah satu penumpang. Pihaknya turut berbelasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan dan terus berupaya memastikan penumpang lainnya mendapat penanganan dan perlindungan sebaik-baiknya.
Informasi mengenai jumlah penumpang, kondisi korban, serta perkembangan proses evakuasi dan penanganan insiden masih terus dihimpun. ASDP akan menyampaikan perkembangan selanjutnya, berdasarkan informasi resmi dan terverifikasi dari tim di lapangan.





