Armand Hartono kembali dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk periode 2026-2029. Armand merupakan putra mahkota dari Budi Hartono, salah satu pemilik Djarum Group, dan saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Armand mengatakan AEI akan terus mendengarkan masukan dari anggota untuk menentukan program yang dibutuhkan, termasuk edukasi mengenai tata kelola dan perkembangan regulasi pasar modal.
"Kita akan terus melanjutkan fokus kepada apa yang dibutuhkan oleh para anggota AEI itu sendiri," kata Armand usai Musyawarah Anggota AEI 2026 di Jakarta, pada Selasa (11/8/2026).
Untuk menjalankan program tersebut, AEI akan berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Self-Regulatory Organizations (SRO), dan berbagai pemangku kepentingan lainnya sebagai bagian dari ekosistem pasar modal.
Dia berharap kolaborasi tersebut dapat membantu meningkatkan kapasitas emiten sekaligus mendorong pasar modal Indonesia menuju standar kelas dunia.
Selain edukasi dan advokasi, Armand menekankan pentingnya governance sebagai fondasi penerapan environmental, social, and governance (ESG).
Baca Juga: Kendali BCA Kini di Tangan Robert Budi Hartono, Saham BBCA Rebound Nyaris 32%
Baca Juga: BEI Coret Saham BUMN, Djarum Grup hingga Barito dari Daftar Elite Bursa
Baca Juga: E-Commerce Milik Djarum Grup (Blibli) Masih Boncos Rp711 Miliar, Meski Pendapatan Melonjak 55%!
Menurutnya, tata kelola yang baik akan mendukung kualitas manajemen, kinerja keuangan, serta kepercayaan investor dan pemangku kepentingan.
"Setelah memiliki tata kelola dan kinerja yang kuat, perusahaan dapat semakin meningkatkan perhatian terhadap aspek sosial dan lingkungan," ungkap dia.
Armand menilai penerapan prinsip tersebut secara luas akan memberikan dampak positif bagi emiten, investor, regulator, SRO, karyawan, dan seluruh ekosistem pasar modal Indonesia.
Dia menambahkan, penguatan tata kelola dan penerapan ESG secara konsisten pada akhirnya tidak hanya memberikan manfaat bagi emiten, tetapi juga investor, regulator, SRO, karyawan, dan seluruh pelaku dalam ekosistem pasar modal.





