Bukan Jalan Rusak, Ini Musuh Terbesar Pengendara Motor saat Touring

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Touring dengan sepeda motor identik dengan perjalanan jauh, kondisi jalan yang berubah-ubah, hingga cuaca yang sulit diprediksi. Namun, ada satu musuh yang sering tidak terlihat dan justru bisa menjadi ancaman serius bagi pengendara, yakni kelelahan.

Banyak pengendara mungkin lebih fokus mengantisipasi jalan berlubang, tikungan tajam, jalan licin, atau hujan deras ketika melakukan perjalanan jauh. Padahal, kondisi tubuh yang mulai lelah dapat menurunkan konsentrasi dan kemampuan merespons situasi di jalan, sehingga risiko kecelakaan ikut meningkat.

Baca Juga :
Jangan Sampai Kaca Film Malah Bikin Mobil Canggih Jadi Ribet
Ducati Dapat Suntikan Dana Rp2,1 Triliun dari Pemerintah

Masalahnya, rasa lelah sering dianggap bukan alasan yang cukup untuk menghentikan perjalanan. Kalimat seperti “masih kuat” atau “sebentar lagi sampai” justru bisa membuat pengendara mengabaikan tanda-tanda tubuh yang sudah membutuhkan istirahat.

Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah microsleep, yaitu episode tidur singkat yang bisa terjadi ketika seseorang sangat mengantuk. Disadur VIVA Otomotif dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), Rabu 12 Agustus 2026, microsleep dapat berlangsung sekitar empat sampai lima detik, dan pada kecepatan 55 mil per jam, kendaraan bisa melaju lebih dari 90 meter ketika pengemudinya tertidur.

Jika dihitung pada kecepatan 80 km/jam, kendaraan roda dua dapat melaju lebih dari 80 meter hanya dalam empat detik. Dalam jarak sepanjang itu, pengendara yang kehilangan kesadaran sesaat bisa tidak menyadari adanya kendaraan lain, perubahan arah jalan, maupun hambatan di depan.

Kelelahan juga tidak selalu muncul dalam bentuk rasa kantuk yang langsung membuat mata terpejam. Menguap berulang kali, sulit mempertahankan mata tetap terbuka, kehilangan fokus, lupa beberapa kilometer terakhir perjalanan, hingga mulai keluar dari jalur merupakan tanda yang patut diperhatikan.

Karena itu, istirahat seharusnya menjadi bagian dari rencana touring, bukan tanda bahwa pengendara tidak kuat. NHTSA menyarankan pengendara yang mulai mengantuk untuk menepi di lokasi yang aman dan beristirahat, sementara tidur yang cukup sebelum perjalanan tetap menjadi cara utama untuk mengurangi risiko berkendara dalam kondisi mengantuk.

Jadi, sebelum berangkat touring, jangan hanya mengecek kondisi motor, ban, dan rute perjalanan. Pastikan kondisi tubuh juga siap karena jalan rusak masih bisa dihindari, tetapi pengendara yang kehilangan kendali akibat kelelahan mungkin tidak punya kesempatan kedua.

Baca Juga :
5 Sepeda Motor yang Paling Menarik Perhatian di GIIAS 2026
Benarkah Belajar Mobil Manual Cuma Butuh 1 Jam?
Naik Motor Lebih Aman Pakai Jeans atau Celana Riding?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hanura Harap Kualitas Pemilu di 2029 Meningkat, Usulkan Skema Ini
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Menko PMK Ungkap Kendala Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Kebakaran Bromo
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
Operasi Penyelamatan Berlanjut, Korban Tewas Gempa Kolombia Capai 234 Orang
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sumbang Gagasan Baru Penegakan Hukum Indonesia, IPTU Abdillah Makmur Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Tinjau Dua Jembatan di Aceh, Wapres Gibran Pastikan Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
• 17 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.