Pemerintah Salurkan 997 Ribu Ton Beras Gratis hingga September 2026

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah menyalurkan bantuan pangan beras gratis kepada 33,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Pemerintah Salurkan 997 Ribu Ton Beras Gratis hingga September 2026 (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Pemerintah menyalurkan bantuan beras gratis kepada 33,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. 

Untuk program tersebut, pemerintah menyiapkan sekitar 997.200 ton beras yang akan disalurkan selama periode Juli hingga September 2026.

Baca Juga:
Produksi Beras Global Tertekan Perubahan Iklim, RI Justru Diproyeksi Naik Jadi 38,6 Juta Ton

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, setiap penerima manfaat memperoleh bantuan 10 kilogram beras per bulan. Dengan demikian, setiap penerima akan mendapatkan total 30 kilogram beras selama tiga bulan.

“Untuk bantuan pangan, ini diberikan gratis kepada 33,4 juta masyarakat Indonesia. Ini adalah perintah Bapak Presiden. Alhamdulillah, sekarang kita sudah swasembada beras dan stok kita melimpah, mencapai 5,2 juta ton di Bulog,” ujar Amran saat meninjau penyaluran bantuan pangan beras di Kelurahan Lidah Kulon, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga:
Penyaluran Bantuan Pangan Beras Tahap II Dimulai 17 Agustus 2026

Menurut Amran, penyaluran bantuan pangan dilakukan seiring dengan kondisi stok beras nasional yang mencapai 5,2 juta ton di Perum Bulog. Stok tersebut, kata dia, berasal dari produksi dalam negeri dan bukan beras impor.

“Kalau mau melihat fisiknya, ada di Bulog. Kalau mau melihat data, ada di BPS. Kalau produksi, ada di pertanian. Ini beras kita sendiri, bukan beras impor,” katanya.

Amran menilai peningkatan stok beras menunjukkan semakin kuatnya kondisi perberasan nasional. Kenaikan stok tersebut juga berjalan seiring dengan upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan petani melalui penyerapan produksi dalam negeri.

“Bantuan pangan sudah, kesejahteraan petani meningkat, stok bertambah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Sekarang stok kita 5,2 juta ton,” kata Amran.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen. Di satu sisi, pemerintah berupaya memastikan produksi beras dalam negeri terserap sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi petani. Di sisi lain, ketersediaan stok yang memadai digunakan untuk memberikan perlindungan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan ini karena dua-duanya. Stok kita memang melimpah, dan ini juga merupakan bentuk kepedulian Bapak Presiden kepada rakyat Indonesia,” ujar Amran.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sepakbola Indonesia Kembali Bergairah, Suporter Away Kembali Boleh Hadir di Super League 2026/2027
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Pengacara Keluarga Bantah Winda-Brigadir ISH Bercerai: Mereka Suami Istri Sah
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Angkot M06 Kp Melayu-Gandaria Kini Pakai Mobil Listrik, Segini Tarifnya
• 21 jam lalukompas.com
thumb
GASPOL Hari Ini: Oposisi Tanpa Logistik Vs Kabinet Gemuk Prabowo
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 12 Agustus 2026, Cek Lokasi Terdekat!!
• 5 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.