JAYAPURA, KOMPAS - Belasan kantor pemerintahan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dibakar dan dirusak massa, Selasa (11/8/2026) malam. Aksi ini diduga berkaitan dengan kekecewaan sejumlah pihak terkait pembagian dana desa di wilayah tersebut.
Berdasarkan data Polres Puncak, setidaknya ada 13 bangunan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak di Distrik Ilaga yang dibakar dan dirusak. Bangunan yang dibakar, antara lain, kantor bupati dan wakil bupati, kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, serta sejumlah kantor dinas dan instansi Pemkab Puncak.
Kepala Polres Puncak Ajun Komisaris Besar Domingos Ximenes mengatakan, aksi pembakaran ini diduga berkaitan dengan pembagian dana desa tahap I di wilayah Kabupaten Puncak. Kegiatan tersebut berlangsung di kantor Bank Papua pada Selasa sekitar pukul 11.30 WIT.
“Pada pukul 17.40 massa mendatangi kantor Dinas PMK (Pemberdayaan Masyarakat Kampung). Sepuluh menit kemudian, Bupati Puncak Elvis Tabuni tiba di Kantor Dinas PMK dan menemui massa aksi,” kata Domingos saat dihubungi, Rabu (12/8/2026).
Domingos menambahkan, sekitar pukul 18.45, massa yang tidak puas terhadap hasil pertemuan dengan bupati mulai melakukan aksi pembakaran. Pembakaran dimulai dari bangunan kantor Dinas PMK. Beberapa jam kemudian, pembakaran meluas ke bangunan-bangunan lain.
Menurut laporan Polres Puncak, tiga bangunan yang ludes terbakar adalah kantor DPRD, dinas kesehatan, serta gudang Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Selain itu, ada tujuh bangunan yang terbakar sebagian. Bangunan itu adalah kantor bupati dan wakil bupati, Dinas PMK, Sekretariat Daerah, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Badan Kepegawaian Daerah, serta kantor keuangan.
Adapun tiga bangunan yang dirusak adalah kantor Dinas Komunikasi dan Informatika, kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, serta Kantor Inspektorat.
Domingos menyebut, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sejak Selasa malam, personel Polres Puncak dibantu Satuan Tugas Damai Cartenz turun bersiaga di sejumlah titik.
“Hingga saat ini kondisi sudah berangsur kondusif. Personel kami bersama tokoh masyarakat memberikan imbauan untuk membubarkan diri,” ujar Domingos.
Aksi pembakaran ini diduga berkaitan dengan pembagian dana desa tahap I di wilayah Kabupaten Puncak
Sementara itu, saat dihubungi, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak Nenu Tabuni belum memberikan respons. Saat ini, Pemkab Puncak serta forum koordinasi pimpinan daerah setempat sedang melakukan pertemuan untuk penanganan lebih lanjut terkait peristiwa itu.
Hal serupa juga disampaikan oleh Domingos. Ia mengatakan, Bupati Puncak akan memanggil semua kepala kampung untuk memberikan pemahaman mengenai pembagian dana desa ini.





