Istana: Penganugerahan Gelar Bintang Tanda Jasa Dilaksanakan Sepekan Usai HUT RI

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan penganugerahan gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan negara akan digelar sekitar satu pekan setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Pras mengatakan, agenda tersebut saat ini masih dalam tahap finalisasi, termasuk menentukan tokoh-tokoh yang akan menerima penghargaan.

"Direncanakan satu minggu setelah peringatan Detik-detik Proklamasi," kata Pras kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (12/8).

Pras mengatakan, penerima penghargaan tahun ini akan berasal dari berbagai latar belakang. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah beberapa kali berdiskusi mengenai calon penerima tanda jasa dan gelar tersebut.

"Belum, sedang kita finalisasi tapi kami pastikan bahwa akan banyak sekali variasinya," ujarnya.

Menurut Pras, salah satu kategori yang masuk dalam pertimbangan ialah individu yang memiliki kontribusi besar di bidang teknologi hingga menghasilkan paten yang diakui secara internasional.

"Kami juga sudah beberapa kali berdiskusi dengan Bapak Presiden ya, jadi banyak individu-individu yang menurut tim, apa namanya, tim tanda jasa dan gelar itu yang kita anggap layak juga untuk kita berikan penghargaan-penghargaan," katanya.

"Seperti misalnya individu-individu yang mengabdikan diri di bidang teknologi sehingga sampai memiliki paten-paten teknologi yang itu diakui di dunia internasional, itu juga salah satu yang masuk di dalam daftar," sambungnya.

Ketika ditanya apakah jumlah penerima penghargaan tahun ini akan lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, Pras mengatakan jumlahnya belum ditetapkan.

"Kalau secara jumlah belum, belum mengerucut," ujarnya.

Ia menegaskan penghargaan tersebut tidak hanya ditujukan kepada peneliti atau tokoh dari bidang tertentu. Menurutnya, hampir seluruh unsur berpotensi masuk dalam daftar penerima sepanjang memenuhi kriteria dan memiliki prestasi yang dinilai layak.

"Hampir, hampir semuanya," kata Pras.

Pras menjelaskan, ada sejumlah menteri. Namun, ia menekankan pemberian tanda kehormatan tidak didasarkan pada apakah seseorang pernah atau belum pernah menerima penghargaan sebelumnya, melainkan pada prestasi dan pengabdiannya.

"Ya ada beberapa, ada beberapa yang belum pernah atau... tapi kan pendekatannya bukan belum pernah atau tidak pernah ya, tetapi prestasi apa yang kemudian dianggap layak untuk menerima tanda kehormatan dari negara," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MA Koreksi Kerugian Negara dalam Korupsi Timah: Bukan Rp 300 Triliun, tapi Rp 28 T
• 6 jam lalukompas.com
thumb
BPDLH Perluas Program Dana Iklim ke 34 Provinsi, Rp761 Miliar Telah Disalurkan
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Istana Bocorkan Calon Penerima Gelar Tanda Jasa-Kehormatan Presiden Prabowo
• 4 jam laludisway.id
thumb
Hendarsam: Imigrasi RI Salah Satu Terbaik di Asia dalam Teknologi-Pelayanan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
KAI Jakarta siapkan 234 ribu kursi kereta pada masa libur HUT ke-81 RI
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.