Pantau - Komisi III DPR RI mengapresiasi proses seleksi calon hakim agung serta calon hakim ad hoc hak asasi manusia (HAM) dan tindak pidana korupsi (tipikor) di Mahkamah Agung yang dilaksanakan Komisi Yudisial (KY) pada 2026.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menilai seleksi yang berlangsung sejak Maret hingga Agustus 2026 tersebut menjadi salah satu edisi terbaik sepanjang KY berdiri.
“Dari meja pimpinan kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kerja KY ini. Kalau sekilas kita melihat laporan pelaksanaan, saya juga memantau terus prosesnya kemarin, menurut saya, tidak berlebihan kalau dikatakan ini salah satu edisi KY terbaik yang pernah ada,” kata Habiburokhman dalam rapat bersama panitia seleksi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Meski memberikan apresiasi, Komisi III DPR tetap akan menyaring kembali calon hakim agung dan hakim ad hoc yang diusulkan KY melalui uji kelayakan dan kepatutan pada 12–13 Agustus 2026.
DPR Soroti Penelusuran Rekam Jejak Calon HakimAnggota Komisi III DPR Abdullah mengapresiasi langkah KY melakukan penelusuran dan klarifikasi rekam jejak calon hakim hingga ke kediaman dan lingkungan kerja mereka.
“Itu bagi saya sangat baik karena dari situ kita bisa menilai bagaimana seorang calon itu dengan tetangganya, misalkan, dengan bawahannya, misalkan, dengan lingkup kerjanya dan lingkungan sekitarnya atau dengan keluarganya,” ucap Abdullah.
Menurut Abdullah, metode tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan kelolosan karena proses seleksi tidak hanya mengukur kompetensi calon hakim, tetapi juga integritas mereka.
“Hakim ini kan tangan Tuhan yang memang perilakunya juga bisa dinilai oleh lingkungan sekitar,” tuturnya.
Ketua KY Abdul Chair Ramadhan mengatakan proses seleksi dilaksanakan dengan pendekatan kepercayaan publik serta mengedepankan prinsip transparan, partisipatif, objektif, dan akuntabel.
“Kami melakukan klarifikasi dan merujuk pada kompetensi kemampuan, baik secara teoritis maupun praktis,” ucapnya.
KY Loloskan 14 Calon HakimKY sebelumnya mengumumkan 14 nama yang lolos seleksi calon hakim agung serta hakim ad hoc HAM dan tipikor pada Jumat (7/8/2026).
Syamsul Arief, Sugiyanto, Sudharmawatiningsih, dan Dhifla Wiyani lolos sebagai calon hakim agung kamar pidana, sedangkan Sobandi dan Nurmaningsih menjadi calon hakim agung kamar perdata.
Musthofa dan Mamat Ruhimat menjadi calon hakim agung kamar agama, sementara Maftuh Effendi, L.Y. Hari Sih Advianto, serta Yeheskiel Minggus T. lolos sebagai calon hakim agung kamar tata usaha negara khusus pajak.
Untuk calon hakim ad hoc HAM di Mahkamah Agung, KY meloloskan Edwin Partogi Pasaribu dan Roki Panjaitan, sedangkan Sudiyo menjadi calon hakim ad hoc tipikor.




