Tak Jadi Diundur, PSEL di Yogya Segera Dibangun, 1.000 Ton Sampah per Hari Bakal Diolah Jadi Listrik

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Piyungan, Bantul, dipastikan tetap berlanjut setelah sebelumnya sempat direncanakan mundur. Pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut ditargetkan mulai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Desember 2026 mendatang.

Director of Investment Danantara Investment Management sekaligus CEO PT Daya Energi Bersih Nusantara (DENERA), Fadli Rahman, mengatakan saat ini proyek tersebut telah memasuki tahap persiapan konstruksi, mulai dari kajian lingkungan, desain engineering hingga pematangan lahan.

Baca Juga
  • Gubernur KDM Resmikan Pembangunan PSEL Legok Nangka: Bukti Nyata Jabar Tangani Sampah
  • Menteri LH: PSEL Bakal Bersih seperti Mal, Bukan Gunungan Sampah
  • Kios Terbakar di Kota Gede Yogya, 54 Tabung Gas 3 Kg Hangus

"Ini tidak akan ada pemunduran. Jadi, target kita akan peletakan batu pertama (groundbreaking) di akhir tahun ini, yaitu di Desember 2026, sehingga di kuartal 3 atau kuartal 4 tahun 2028 nanti sudah bisa mengolah sampah untuk kawasan Yogyakarta ini," kata Fadli usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (11/8/2026).

Konstruksi PSEL ditargetkan dimulai Januari 2027 dan berlangsung hingga akhir 2028. Rencananya PSEL akan dibangun di lahan sekitar 5,7 hektare di kawasan Piyungan. Namun, lokasinya bukan berada di bekas TPA Piyungan, melainkan di lahan berbeda yang masih bersebelahan dengan kawasan tempat pembuangan akhir tersebut.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Fadli menyebut, investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun, bergantung pada hasil desain yang tengah dimatangkan tahun ini. Dia menyampaikan, PSEL di Piyungan ini dirancang tidak hanya untuk mengurangi persoalan sampah, tetapi juga menghasilkan energi listrik. Dari 1.000 ton sampah yang diolah setiap hari, fasilitas tersebut diperkirakan menghasilkan listrik sebesar 18–20 megawatt (MW) per hari, bergantung pada desain.

Pemerintah daerah, lanjutnya, memiliki kewajiban menjaga pasokan sampah sesuai volume yang telah disepakati. Jika pasokan dari daerah yang telah berkomitmen tidak mencukupi, sejumlah langkah mitigasi akan dilakukan sebelum masuk pada mekanisme penalti.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekadharma (EKAD) Bakal Diambil Alih Perusahaan Lakban China
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Dewan Keamanan Iran: Hormuz tak Akan Dibuka Selama Gaza Diserang
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Baru Laku 3, Pedagang Pohon Pinang di Manggarai Keluhkan Penjualan Menurun
• 6 jam laludetik.com
thumb
Luhut Ungkap Peran AI di Balik Akta Kelahiran Otomatis
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jangan Main-Main, Mentan Siap Blacklist Pengusaha yang Manipulasi Harga Pakan & Telur
• 22 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.