Jokowi Akhirnya Respon soal Kisruh Posisi Duduk Gibran hingga Hubungan dengan Prabowo

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Sidang Kabinet Paripurna sempat menjadi sorotan. Tak duduk berdampingan langsung dengan Presiden Prabowo Subianto seperti biasanya, Gibran justru terlihat berada sejajar dengan jajaran menteri dan menteri koordinator.

Situasi tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi, termasuk isu mengenai hubungan Prabowo dan Gibran. Menanggapi hal itu, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) meminta publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan dan merujuk pada aturan keprotokolan yang berlaku.

"Ya, secara kedudukan wakil presiden itu secara konstitusional jelas, sudah jelas. Dan ada undang-undang keprotokolan juga jelas semuanya," kata Jokowi kepada awak media di rumahnya, Jalan Kutai Utara Nomor 01, Sumber, Solo, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga: 130 Ribu Relawan Mulai Kawal Gibran 2029, tapi Jokowi Bilang Tunggu Dulu

Forum kabinet tersebut diketahui digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7). Dalam formasi tempat duduk yang terlihat saat sidang, Gibran tidak berada di sisi Prabowo, melainkan duduk bersama jajaran menteri/menteri koordinator.

Jokowi pun menegaskan bahwa posisi tersebut seharusnya dilihat berdasarkan ketentuan yang sudah ditetapkan.

"Ya sudah, diikuti aja aturannya di situ, karena sudah jelas semuanya kok. Ya, coba dibaca aturannya," ujarnya.

Mantan orang nomor satu di Indonesia itu juga memastikan posisi duduk dalam forum kabinet tersebut tidak berkaitan dengan kondisi hubungan Prabowo dan Gibran. Ia bahkan membantah adanya keretakan hubungan antara keduanya.

"Ya, baik-baik saja, nggak ada masalah," ungkap Jokowi.

Baca Juga: 'Jangan Diskusi dengan Teddy' Argumen Prabowo soal Pendidikan Indonesia Tertinggal Disorot

Ketika kembali ditanya mengenai kabar hubungan Prabowo dan Gibran yang disebut merenggang, Jokowi memberikan jawaban singkat.

"Baik-baik saja," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga telah memberikan penjelasan mengenai formasi tempat duduk dalam sidang kabinet tersebut. Menurutnya, penataan itu bukan berkaitan dengan persoalan politik ataupun hubungan antarpimpinan, melainkan kebutuhan teknis.

Prasetyo menjelaskan Prabowo perlu berada di posisi tengah karena menggunakan teleprompter untuk menyampaikan sejumlah data mengenai capaian pemerintah.

“Di situ karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kemarin kalau saudara-saudara perhatikan karena banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data, maka kemarin beliau kan menggunakan alat bantu namanya teleprompter,” jelasnya.

Karena membutuhkan posisi yang sesuai dengan alat bantu tersebut, Prabowo ditempatkan di tengah. Sementara posisi Gibran yang berada di sebelah jajaran menteri, menurut Prasetyo, juga semata-mata berkaitan dengan kebutuhan teknis dalam pelaksanaan sidang kabinet.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Deretan Shio Ini Diprediksi Alami Titik Balik Karier, Keuangan Makin Stabil di Usia Matang
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Tim SAR Evakuasi Penumpang
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Cara Cek Desil Penerima Bansos 2026 Pakai NIK KTP, Warga Wajib Tahu!
• 59 menit laludisway.id
thumb
IHSG Hari Ini Masih Berpeluang Menguat, Cermati Analisa 4 Saham Berikut
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Transportasi Publik Surabaya Cuma Rp81 Selama 11-17 Agustus, Ini Cara Dapat Promonya
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.