Doyan Naik Harley-Davidson, Politikus Ini Ingin Aturan Wajib Helm Dihapus

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Washington DC, VIVA – Hobi naik motor ikut mewarnai langkah seorang politikus Amerika Serikat dalam memperjuangkan perubahan aturan keselamatan berkendara. Penggemar Harley-Davidson tersebut kini mendorong agar kewajiban memakai helm bagi pengendara dan penumpang sepeda motor di Washington DC dihapus.

Bersama seorang senator, ia mengajukan rancangan bernama Ride in Freedom Act. Disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Rabu 12 Agustus 2026, aturan tersebut akan melarang Washington DC mewajibkan helm bagi pengendara maupun penumpang sepeda motor, tanpa membedakan usia.

Baca Juga :
Bukan Jalan Rusak, Ini Musuh Terbesar Pengendara Motor saat Touring
Ducati Dapat Suntikan Dana Rp2,1 Triliun dari Pemerintah

Usulan ini tidak hanya berkaitan dengan perlengkapan keselamatan, tetapi juga menyentuh isu kebebasan berkendara. Bagi pengusulnya, sepeda motor merupakan simbol kebebasan, sehingga keputusan menggunakan helm dinilai seharusnya menjadi pilihan pengendara.

Latar belakangnya sebagai pengguna Harley-Davidson juga membuat isu tersebut memiliki kaitan erat dengan komunitas bikers. Ia ingin Washington DC menjadi awal dari pembahasan yang lebih luas mengenai kewenangan pemerintah dalam menetapkan aturan penggunaan helm sepeda motor.

Saat ini, Washington DC menerapkan aturan helm universal. Pengendara dan penumpang sepeda motor wajib menggunakan helm, termasuk pengendara dewasa yang secara hukum dianggap mampu menentukan risiko berkendara sendiri.

Namun, gagasan tersebut muncul di tengah tingginya risiko kecelakaan sepeda motor. Data di Washington DC menunjukkan enam orang meninggal akibat kecelakaan sepeda motor sepanjang 2026, naik dari dua kematian pada 2025 dan masih di bawah 10 kematian yang tercatat pada 2024.

Risikonya juga terlihat dalam skala nasional. Sebanyak 6.228 pengendara sepeda motor meninggal akibat kecelakaan di Amerika Serikat pada 2024, yang menyumbang sekitar 16 persen dari seluruh kematian akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun tersebut.

Data tersebut menjadi salah satu alasan mengapa wacana penghapusan aturan helm mendapat sorotan. Sepeda motor memang menawarkan pengalaman berkendara yang berbeda, tetapi tubuh pengendara jauh lebih terbuka terhadap benturan dibandingkan orang yang berada di dalam kabin mobil.

Perbandingan risikonya bahkan cukup jauh. Data Departemen Transportasi Amerika Serikat menunjukkan pengendara sepeda motor pada 2023 hampir 28 kali lebih berisiko meninggal dalam kecelakaan untuk setiap jarak tempuh dibandingkan penumpang mobil.

Baca Juga :
5 Sepeda Motor yang Paling Menarik Perhatian di GIIAS 2026
Naik Motor Lebih Aman Pakai Jeans atau Celana Riding?
Aneh tapi Nyata, Ada Negara yang Wajibkan Seat Belt Mobil tapi Tidak Helm Motor

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perkenalkan Connectivity+, Telkom Tawarkan Layanan Berkecepatan Tinggi dengan Jangkauan Luas
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Ungkap Kematian! Ketua Dokter Forensik Soal Ekshumasi Sutrimo Libatkan Ahli: Kami Komprehensif
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Rilis Trailer Resmi, Film Horor “Bisikan Desa Gringsing” Hadirkan Misteri dan Teknologi Virtual Production
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Menhan Sjafrie Tegaskan Kerja Sama RI-AS Tidak untuk Bangun Pangkalan Militer
• 12 menit lalumetrotvnews.com
thumb
DPR Gelar Rapat Tertutup Bahas Kasus Winda Lorenza Eks Istri Polisi Bunuh Diri Pakai Pistol, Ada Apa?
• 16 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.