Rabu Sore, Rupiah Ditutup ke Level Rp17.877/USD

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini mengalami pelemahan.

Mengutip data Bloomberg, Rabu, 12 Agustus 2026, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup di level Rp17.877 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 16 poin atau setara 0,09 persen dari posisi Rp17.861 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

"Pada perdagangan sore ini mata uang rupiah ditutup melemah 16 poin, sebelumnya sempat menguat 15 poin di level Rp17.877 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp17.861 per USD," kata analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya.

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di posisi Rp17.870 per USD. Rupiah melemah 40 poin atau setara 0,22 persen dari Rp17.830 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp17.876 per USD turun 52 poin dari perdagangan sebelumnya di level Rp17.824 per USD.
 

Baca Juga :

Rupiah Dibuka ke Rp17.869/USD Rabu, 12 Agustus 2026
  Ketegangan AS-Iran bayangi pasar
Ibrahim mengungkapkan pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini dipengaruhi ketegangan yang masih berlangsung antara AS dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu sentimen yang memengaruhi pasar.

Aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz masih minim seiring belum adanya kemajuan signifikan antara AS dan Iran menuju kesepakatan. Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian setelah Washington menyatakan telah menyerang sebuah kapal di Teluk Oman yang diduga menuju Iran.

Iran sebelumnya mengisyaratkan Selat Hormuz akan tetap ditutup sebelum tuntutan ganti rugi mereka dipenuhi. Tuntutan tersebut ditolak oleh Presiden AS Donald Trump. Selat Hormuz menjadi salah satu jalur penting bagi perdagangan minyak dunia. Sebelum konflik berlangsung, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melalui jalur tersebut.

Ibrahim menjelaskan, kekhawatiran terhadap pasokan energi juga meningkat setelah kelompok Houthi kembali melancarkan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb. Kelompok yang didukung Iran tersebut juga mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi.

Perkembangan tersebut membuat pelaku pasar tetap mencermati potensi gangguan pasokan minyak. Ketidakpastian pasokan energi turut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi pergerakan harga minyak mentah dan sentimen pasar keuangan.

Selain perkembangan geopolitik, investor menantikan rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat pada Rabu, disusul data harga produsen pada Kamis. Data tersebut menjadi perhatian pasar dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.

Inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat mengurangi tekanan bagi The Fed untuk memperketat kebijakan. Sebaliknya, inflasi yang lebih tinggi berpotensi kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga.

Pelaku pasar juga cenderung menahan posisi agresif menjelang rilis CPI. Pasar swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September berada di kisaran 50:50.


(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
  Penjualan ritel Indonesia masih tertekan
Dari dalam negeri, lanjut Ibrahim, pergerakan rupiah turut dipengaruhi kondisi konsumsi domestik. Penjualan ritel Indonesia masih mengalami tekanan akibat melemahnya daya beli masyarakat.

Penjualan ritel tercatat turun 3,0 persen secara tahunan pada Juni 2026, meski kontraksinya membaik dibandingkan penurunan 3,9 persen pada bulan sebelumnya. Penurunan pada Juni menjadi yang paling ringan sejak kontraksi penjualan ritel dimulai pada April 2026.

Melemahnya daya beli membuat konsumen cenderung menahan pengeluaran untuk barang nonesensial atau discretionary, seperti pakaian, alat komunikasi, dan perlengkapan rumah tangga.

Sentimen domestik lainnya berasal dari posisi utang pemerintah. Kementerian Keuangan mencatat utang pemerintah pusat mencapai Rp10.293,69 triliun hingga 30 Juni 2026.

Posisi tersebut membuat rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 41,26 persen. Utang pemerintah terdiri atas Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp8.966,79 triliun dan pinjaman sebesar Rp1.326,90 triliun.

Sebagai perbandingan, posisi utang pemerintah pada akhir Maret 2026 tercatat sebesar Rp9.920,42 triliun, dengan rasio terhadap PDB sebesar 40,75 persen. Rasio tersebut masih berada di bawah batas maksimal 60 persen terhadap PDB yang ditetapkan dalam Undang-Undang Keuangan Negara.

Pelaku pasar juga menantikan pengumuman August 2026 Index Review dari MSCI. Berdasarkan jadwal yang diberikan, daftar penambahan dan penghapusan saham akan dipublikasikan setelah pukul 23.00 CEST pada Rabu, 12 Agustus 2026, atau sekitar pukul 04.00 WIB pada Kamis, 13 Agustus 2026. Perubahan hasil reviu akan diterapkan setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026 dan efektif mulai 1 September 2026.

Investor perlu membedakan waktu pengumuman hasil reviu dengan tanggal implementasi. Reaksi harga dapat muncul setelah hasil diumumkan, sementara transaksi penyesuaian portofolio yang mengikuti perubahan indeks biasanya lebih terasa menjelang penutupan perdagangan pada tanggal implementasi.

Dengan demikian, pasar domestik masih menghadapi sentimen yang beragam. Penurunan keyakinan konsumen menjadi perhatian, sementara pemulihan penjualan eceran memberikan indikasi perbaikan permintaan pada Juni 2026.

Melihat berbagai perkembangan tersebut, Ibrahim memprediksi rupiah pada perdagangan Kamis besok akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan kembali melemah.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.870 per USD hingga Rp17.940 per USD," jelas Ibrahim.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jeff Bezos Dikabarkan Incar 30% Saham Liverpool, Nilainya Capai Rp29 Triliun
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Advokat Muslim Juga Adukan Penistaan Agama di The Sounds Project ke Bareskrim
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Inovasi dan Pertumbuhan Berkelanjutan Kunci Kesuksesan Layanan Pendanaan
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Jam Berapa? Warga Indonesia Bisa Melihat Pakai Cara Ini
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Menhan Sjafrie Bertemu Wamenhan AS: Bahas Pertahanan, SDM & Profesionalisme
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.