JAKARTA, KOMPAS.com - Petugas damkar berjibaku memadamkan kebakaran pabrik bingkai di Jalan Lampiri, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (12/8/2026).
Api memang mulai dijinakkan, tetapi pekerjaan para petugas belum selesai.
Selang-selang masih terbentang, air terus disemprotkan, sementara kepulan asap masih membubung tinggi dan keluar dari puing-puing bangunan yang terbakar.
Baca juga: Paniknya Petugas SPPG Saat Kebakaran Pabrik Bingkai di Jaktim: Aduh, Takut Dapur Enggak Selamat
Di tengah situasi itu, para petugas harus membagi tenaga agar tetap mampu bekerja di garis terdepan.
Sebelas Jam Bergulat dengan Api dan Asap
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Muchtar Zakaria bercerita telah berada di lokasi sejak sekitar pukul 00.30 WIB.
Hingga wawancara dengan Kompas.com pada pukul 11.30 WIB berlangsung, ia telah menghabiskan sekitar 11 jam untuk menangani kebakaran tersebut.
“Sudah bolak-balik (ke dalam area kebakaran), sudah enggak terhitung,” ucap Muchtar kepada Kompas.com saat sela-sela ia beristirahat di sekitar lokasi kebakaran.
KOMPAS.com/Muhammad Wildan Alghofari Kebakaran Pabrik Bingkai di Duren Sawit Jakarta Timur
Bolak-balik masuk ke area kebakaran menjadi bagian dari pekerjaannya sejak api berkobar. Namun, tubuh tetap memiliki batas.
Baca juga: Pabrik Bingkai Duren Sawit Jaktim Terbakar, 1 Rumah dan 4 Mobil Hangus, Operasional SPPG Ikut Terganggu
Muchtar mengatakan dirinya harus keluar sejenak untuk mengisi kembali cairan tubuh karena khawatir mengalami dehidrasi.
“Takut dehidrasi, maka saya istirahat dulu, kita isi-isi air putih dulu,” katanya.
Di dalam bangunan, tantangan yang mereka hadapi bukan sekadar kobaran api.
KOMPAS.com/Muhammad Wildan Alghiofari Truk Damkar menyambung selang untuk proses pendinginan Pabrik Bingkai yang kebakaran pada Rabu (12/7/2026) dini hari
Pabrik bingkai tersebut juga digunakan sebagai tempat penumpukan bahan yang mudah terbakar, termasuk cat dan tiner. Bahan tersebut sangat rentan terbakar.
Muchtar mengatakan saat dirinya dan tim datang ke lokasi, kobaran api sudah membubung tinggi.
“Ketika kita datang, api itu sudah besar,” ucap Muchtar.
Bergantian Menjaga Garis Depan
Pekerjaan yang berlangsung berjam-jam membuat petugas tidak bisa terus berada di titik yang sama.
Regu yang telah bekerja sejak malam kemudian digantikan oleh regu berikutnya agar pemadaman tetap berjalan tanpa mengabaikan kondisi fisik petugas.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, pergantian personel dilakukan dari Regu Ambon dan kemudian dilanjutkan regu berikutnya.
Baca juga: Paniknya Petugas SPPG Saat Kebakaran Pabrik Bingkai di Jaktim: Aduh, Takut Dapur Enggak Selamat
Di sela pergantian itu, sejumlah petugas terlihat duduk dan tiduran untuk memulihkan tenaga.