Akses keluar Tol Jogja-Solo menuju Gunungkidul akan diperpanjang dari Purwomartani hingga Bokoharjo, Sleman. Dengan akses hingga Bokoharjo, kendaraan dari tol yang hendak menuju Gunungkidul akan memiliki jalur lanjutan tanpa harus berhenti di Purwomartani dan bertemu dengan Jalan Raya Jogja-Solo.
Perpanjangan akses ini merupakan tindak lanjut usulan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang didorong Komisi V DPR RI. Komisi V kemudian turun langsung ke ruas Tol Solo-Yogyakarta untuk melihat kondisi di lapangan dalam kunjungan kerja spesifik pada Jumat (17/7).
Dalam kunjungan tersebut, Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya, memimpin tim meninjau langsung persiapan pintu tol Purwomartani. Di lokasi, Komisi V menerima laporan dari BPJT dan Jasa Marga mengenai usulan perpanjangan akses hingga Bokoharjo.
"Ada usulan dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Ngarsa Dalem Sri Sultan, bahwa sebisa mungkin untuk tahap ini segera exit tolnya dimajukan ke Bokoharjo,” kata Danang saat kunjungan kerja ke ruas Tol Solo-Yogyakarta, Jumat (17/7).
Ia juga menyebut, usulan tersebut sebelumnya telah dibahas DPR RI melalui Inpres Jalan Daerah 2025 dan 2026, yang menghubungkan Prambanan, Gayamharjo hingga jalan menuju Gunungkidul.
Komisi V DPR RI turut mengawal rencana tersebut karena memiliki ruang lingkup tugas di bidang infrastruktur, termasuk jalan dan jalan tol. Dalam menjalankan fungsi pengawasan, Komisi V meninjau langsung perkembangan pembangunan dan meminta Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) serta Jasa Marga menindaklanjuti usulan perpanjangan akses tersebut.
Danang mengatakan, akses hingga Bokoharjo diperlukan agar kendaraan dari tol yang menuju Gunungkidul tidak menambah beban lalu lintas di Jalan Raya Jogja-Solo.
"Ini menjadi titik baik pada saat sampai ke Bokoharjo dan nyambung nanti sehingga para pengguna jalan tol yang tujuannya langsung ke Gunung Kidul bisa tidak mengganggu ruas lalu lintas di jalan raya Jogja-Solo sehingga langsung exit tol Bokoharjo," kata Danang.
Atas usulan tersebut, Komisi V meminta BPJT mempercepat kajian dan meminta Jasa Marga selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) mengkaji kemungkinan pelaksanaan perpanjangan akses hingga Bokoharjo.
Menurut Danang, skema kerja sama pemerintah dan badan usaha tersebut secara umum tidak menghadapi banyak kendala. Namun, diperlukan tambahan anggaran dari Jasa Marga untuk mengerjakan paket perpanjangan akses tersebut.
Progres pembangunan saat ini telah mencapai pintu exit tol Purwomartani. Danang mengatakan ruas tersebut diupayakan dapat difungsikan kembali pada periode Natal dan Tahun Baru, sebelum beroperasi penuh pada 2027.
"Ini menyampaikan bahwa progres sudah sampai di pintu exit tol Purwomartani dan diusahakan bisa fungsional untuk Nataru kembali dan operasional di 2027," kata Danang.
Sementara itu, perpanjangan akses hingga Bokoharjo ditargetkan fungsional pada periode Lebaran mendatang. Penyelesaian akses tersebut juga berkaitan dengan ruas Inpres Jalan Daerah Prambanan-Gayamharjo yang menjadi penyambung menuju wilayah Gunungkidul.





